Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Polda Papua masih menjalankan pencarian pihak korban ledakan bom atau mortir yang diduga berasal dari sisa peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menyebutkan, pihaknya bersama instansi terkait sedang menjalankan penyelidikan soal penyebab tentu ledakan tersebut.

Dalam insiden ini, diketahui ada lima pihak korban tewas, sementara tiga orang lainnya dikabarkan masih menghilang usai ledakan tersebut.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga pihak korban atas peristiwa ini. Saat ini fokus utama kami merupakan proses evakuasi, pencarian pihak korban yang masih masih belum ditemukan, serta mengonfirmasi masyarakat sekitar di sekitar lokasi tetap aman,” kata Cahyo, dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2026).

Saat ini seluruh jenazah pihak korban telah dievakuasi dan berada di RSUD Biak demi proses identifikasi serta penanganan makin lanjut.

Selain pihak korban meninggal dan yang masih dalam pencarian, sesejumlah 19 orang dilaporkan merasakan luka ringan. Saat ini para pihak korban telah mendapat perawatan medis.

Ledakan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 12 bangunan yang terdampak, terdiri dari 3 bangunan rusak ringan, yakni 2 unit rumah dan 1 gereja, serta 9 bangunan merasakan kerusakan parah, bersama 4 rumah hancur total yang berada tepat di sekitar titik sumber ledakan dan 5 bangunan lainnya merasakan rusak berat.

Akibat peristiwa tersebut, sesejumlah 55 masyarakat sekitar terpaksa mengungsi ke lokasi yang makin aman, terdiri dari 3 balita dan 52 orang dewasa.

Menurut sejumlah saksi, ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan suara yang amat keras hingga terdengar dari radius yang cukup jauh.

Cahyo mengaku, pihaknya juga telah mengerahkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua demi menjalankan sterilisasi sekaligus penanganan tempat kejadian perkara guna mengonfirmasi tidak terdapat benda berbahaya lainnya yang berpotensi mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat sekitar sekitar.

Kami tidak ingin mengambil risiko. Tim Jibom akan menjalankan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh lantaran masih dibarangkalikan terdapat benda-benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan,” katanya.

Cahyo juga mengimbau masyarakat sekitar demi meningkatkan kewaspadaan terhadap benda-benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa peninggalan perang.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat sekitar, khususnya yang berada di wilayah Biak Numfor dan daerah lainnya yang memiliki sejarah peninggalan Perang Dunia II, apabila menemukan benda yang dicurigai berbahaya agar tidak disentuh, dipindahkan ataupun dibongkar,” ujar dia.

“Segera laporkan kepada kantor kepihak kepolisianan terdekat, baik Polsek maupun Polres, agar dapat ditangani bersama cepat,” tambahnya.

Adapun lima masyarakat sekitar yang meninggal dalam perkara ini yakni:

  1. Deflin Raubaba (41);
  2. Moris Raubaba (24);
  3. Karmila Ayorbaba (25);
  4. Israel Raubaba (7);
  5. Isril Raubaba (5);

Sementara itu, tiga orang lainnya hingga pada saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yakni:

  1. Yulianus Raubaba (26);
  2. Lai Madura (45);
  3. Anis Marandof (27).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *