MediaMerdeka.com – Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes I Putu Yuni Setiawan membantah adanya penangkapan terhadap peserta aksi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026).
Bantahan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video dan unggahan di media sosial yang menuding aparat menjalankan tindakan represif terhadap massa aksi, termasuk pemukulan hingga penangkapan paksa.
“Tidak ada penangkapan sama sekali. Saya enggak ada nahan orang, enggak ada. Saya ada di lokasi, dari awal sampai berakhir,” kata Putu saat dihubungi MediaMerdeka.com.
Menurut Putu, aksi kalangan akademisi berlangsung di kawasan Simpang Pancoran dan mendapat pengawalan dari aparat kepihak kepolisianan. Setelah demonstrasi berakhir, massa bergerak kembali menuju kawasan Pancoran Buntu.
Dalam perjalanan, kata dia, massa sempat membakar ban dan menghalangi arus lalu lintas hingga memicu kemacetan.
“Nah, mau berakhir kan mereka mau balik ke camp-nya, ke posko atau ke sekrenya. Di situ sempat bakar ban dan menghalangi arus lalu lintas berakibat macet,” ujarnya.
Putu menerangkan, personel lalu lintas dan Brimob lalu memadamkan api ban yang dibakar massa demi mencegah bahaya untuk pengguna jalan.
“Itu teman-teman Lantas, Brimob, matiin api ban. Biar kendaraan orang enggak kena, membahayakan soalnya,” katanya.
Ia mengimbau publik tidak langsung mempercayai potongan video yang beredar di media sosial.
“Saya juga minta tolong teman-teman demi meluruskan sama-sama, lantaran video kan potongan ya,” ujar Putu.
Semasih belumnya, akun Instagram GMNI Jakarta Selatan mengunggah sejumlah video dan foto yang mengklaim sekretariat DPC GMNI Jakarta Selatan mendapat tindakan represif dari aparat.
Dalam unggahan tersebut, GMNI Jaksel menuding sejumlah peserta aksi merasakan pemukulan, diinjak, hingga ditangkap paksa. Video yang diunggah memperlihatkan suasana aksi yang dipenuhi asap dari pembakaran ban serta kerumunan kalangan akademisi dan aparat di sekitar lokasi.
Menanggapi tudingan tersebut, Putu kembali menegaskan tidak ada peserta aksi yang diamankan pihak kepolisian. Ia bahkan mengaku sempat mendatangi kawasan Pancoran Buntu setelah aksi berakhir demi berdialog bersama para pengurus dan tokoh masyarakat sekitar setempat.
“Saya masuk tadi ke dalam situ, ngobrol sama ketua-ketua, sama pemuda-pemudanya. Kawan-kawan seluruh itu di sana,” ujarnya.
Menurut dia, situasi kini telah kondusif dan kesalahpahaman yang sempat terjadi di lapangan telah diberakhirkan.
“Insya Allah aman,” ucapnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

