Sinopsis Valerian and The City of A Thousand Planets, Tayang Malam Ini di Trans TV

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Bagi para pencinta fiksi ilmiah (sci-fi) bersama visual yang memanjakan mata, film Valerian and the City of a Thousand Planets (2017) garapan sutradara Luc Besson tetap menjadi salah satu tontonan yang tak terlupakan.

Diadaptasi dari seri komik Prancis ternama Valérian and Laureline, film ini menyuguhkan petualangan antargalaksi yang ambisius dan penuh warna.

Valerian and the City of a Thousand Planets akan tayang pada Kamis (11/6/2026) malam ini pukul 20.00 WIB di Trans TV.

Berlatar pada abad ke-28, cerita berpusat pada dua agen khusus pihak pemerintah wilayah manusia, Valerian (Dane DeHaan) dan Laureline (Cara Delevingne). Keduanya ditugaskan demi menjaga ketertiban di seluruh alam semesta.

Hubungan mereka tidak cuma sebatas rekan kerja; Valerian terus-menerus berupaya mengejar cinta Laureline, meski sang partner senantiasa menepisnya lantaran reputasi Valerian yang gemar berganti pasangan.

Tugas besar mereka dimengawali saat mereka dikirim ke Alpha, sebuah kota metropolitan raksasa yang terus berkembang.

Alpha bukan sekadar kota biasa; ia merupakan rumah untuk ribuan spesies dari berbagai penjuru galaksi yang hidup berdampingan dan beruntuk pengetahuan serta budaya.

Namun, kedamaian di Alpha terancam oleh kekuatan gelap misterius yang bersembunyi di pusat kota tersebut.

Valerian dan Laureline wajib berpacu bersama waktu demi mengidentifikasi ancaman tersebut dan melindungi masa depan Alpha, yang juga berkaitan erat bersama sejarah kelam sebuah planet yang telah musnah.

Film ini menampilkan Dane DeHaan yang mengangkutkan karakter Valerian bersama gaya yang santai namun tangguh.

Di sisinya, Cara Delevingne menyerahkan performa yang kuat sebagai Laureline yang cerdas dan mandiri. Chemistry keduanya menjadi penggerak utama narasi di tengah kekacauan antargalaksi.

Aktor senior Clive Owen turut ambil untukan sebagai Komandan Arün Filitt, atasan mereka yang menyimpan sejumlah rahasia.

Tak ketinggalan, Ethan Hawke tampil mencuri perhatian dalam peran singkat namun berkesan sebagai Jolly the Pimp.

Selain mereka, penonton juga akan dikejutkan bersama penampilan spesial dari diva pop Rihanna yang berperan sebagai Bubble, alien pengubah bentuk (shapeshifter) yang memukau.

Satu hal yang menjadi kekuatan utama film ini merupakan aspek visualnya. Luc Besson, yang semasih belumnya sukses bersama The Fifth Element, sukses menciptakan dunia yang amat detail dan imajinatif.

Mulai dari “Big Market” yang berada di dimensi berbeda hingga keberagaman desain alien di Alpha, setiap bingkai film ini terasa bagaikan karya seni.

Secara teknis, penggunaan CGI dalam film ini amat halus dan memukau, menjadikannya salah satu film bersama biaya produksi tertinggi di Eropa saat itu.

Namun, dari segi cerita, sejumlah kritikus menilai plotnya terasa sedikit padat dan terkadang tertutup oleh kemegahan visualnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *