Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Warga pihak korban kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat, menepis apabila solusi pascakebakaran yang ditawarkan pihak pemerintah merupakan relokasi ke rumah susun (rusun). Mereka menginginkan pihak pemerintah menolong pembangunan kembali rumah yang hangus terbakar lantaran merasa telah nyaman tinggal di lingkungan tersebut selama puluhan tahun.

Salah satu pihak korban kebakaran, Esti Septianti, mengaku tidak tertarik apabila wajib pindah ke rusun. Menurutnya, seuntukan besar masyarakat sekitar telah lama menetap di kawasan tersebut berakibat memiliki keterikatan bersama lingkungan sekitar.

“Kalau aku sih bila dikasih rusun kayaknya aku nggak mau, maksudnya kita udah nyaman di sini. Nggak cuman aku doang sih kayaknya masyarakat sekitar lain juga kayaknya memang kita tuh emang dari kecil di sini ya Neng, udah lama banget,” kata Esti kepada MediaMerdeka.com di tenda pengungsian Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).

Esti menyebutkan dirinya telah tinggal di lokasi tersebut sejak masih duduk di bangku sekolah dasar hingga kini telah memiliki anak.

“Aku tuh dari semasih belum nikah di sini, dari SD sampai aku punya anak ini nih, temen-temen kecilku seluruh ini,” ujarnya.

Alih-alih direlokasi, Esti menginginkan pihak pemerintah menyerahkan bantuan dana demi membangun kembali rumah masyarakat sekitar yang habis terbakar.

“Pengennya bila emang mah udah nggak usah dikasih rusun-rusun, dibangun lagi gitu, kasih dana ke kita gitu ya kan. Kita butuh dana nih buat maksudnya ngebangun ulang,” tuturnya.

Senada bersama Esti, pihak korban kebakaran lainnya, Sumiyati, juga mengaku makin memilih tetap tinggal di rumah tapak dibandingkan pindah ke rusun.

“Kalau saya pribadi sih saya mending tempat sendiri ya. Kalau ke rumah susun itu kan saya pekerjanya dagang ya, jadi kan masak, bila naik turun tuh aduh merasa ribet gitu lho. Kalau di tempat sendiri kan telah nyaman sama bersama tempat sendiri,” kata Sumiyati.

Menurut Sumiyati, bantuan yang teramat dibutuhkan pada saat ini merupakan dukungan pihak pemerintah demi membangun kembali rumah mereka.

“Harapannya sih pihak pemerintah dapat menolong ya, biar meringankan beban kami tuh seenggak-enggaknya bantuin kita dalam bangun rumah. Gitu aja sih harapannya,” ujarnya.

Selain persoalan tempat tinggal, masyarakat sekitar juga masih menyikapi kesulitan memulihkan kondisi ekonomi setelah seluruh harta benda mereka hangus terbakar.

Esti mengaku dirinya cuma sukses menyelamatkan anggota keluarga dan telepon genggam saat kebakaran terjadi.

“Saya tuh nggak bawa apa-apa, cuman kebawa baju doang. Udah nggak kebawa apa-apa, habis seluruh,” pungkasnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *