Mendag ‘Senang’ Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso merespon santai pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai level Rp 18.000 dolar AS. Menurutnya, pelemahan rupiah ini justru menjadi peluan cuan untuk ekspor.

Apalagi pada saat ini, nilai ekspor Indonesia merasakan kenaikan pada bulan April 2026 ini.

Sehingga, bersama rupiah yang semakin tinggi dan transaksi ekspor memakai dolar AS, maka imbal devisanya dapat makin besar.

“Kalau kini ini sebenarnya kesempatan ekspor kita makin bagus, kita kan surplus (ekspor naik) 5,48 persen, kita naik 5,48 persen yang dibanding tahun lalu,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (4/6/2026).

Namun demikian, Mendag tetap risau terhadap harga barang impor di tengah pelemahan rupiah. Akan namun, ia menyaksikan harga barang impor masih aman, salah satunya harga kedelai sesiao data sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Meski begitu, dia tidak menampik memang harga barang impor akan melonjak ke depannya.

“Ya, lantaran memang kondisinya lagi begini ya, lagi kondisi lagi,” ungkapnya.

Bahan Baku Aman

Terlepas dari hal ini, Mendag menjamin, bahan baku barang impor masih tersedia. Dirinya akan memelotototi para produsen dalam menjalankan operasional produksi.

“Ya pertama dari distribusi, lalu dari importasi bahan baku itu kita monitor, kita terus komunikasi bersama para produsen, jangan sampai, itu pun terganggu gitu kan ya, jangan sampai stok nggak ada,” jelasnya.

Mendag juga mengonfirmasi, bahan pokok impor juga masih tersedia dan memehui konsumsi dalam negeri.

“Jadi kini saya sampaikan ke temen-temen, stok bahan pokok normal, artinya bahkan tadi telur aja surplus kan gitu ya,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *