Tren Emas Terus Memburuk Sejak Pandemi: Ada Apa dengan Pasar China?

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pasar emas China, yang selama ini menjadi salah satu pilar utama penopang reli harga emas global bersama bersama aksi borong bank sentral, memperlihatkan tanda-tanda kelesuan yang nyata dalam sejumlah minggu terakhir.

Tingginya ketidaktentuan pasar menciptakan minat investor di negara tersebut terhadap logam mulia mengawali menyusut.

Laporan dari Gelonghui Finance membeberkan adanya tren penurunan aset yang dikelola oleh reksa dana bursa emas. Berdasarkan data per 3/6/2026, sesejumlah 14 produk ETF (Exchange-Traded Fund) emas di China mencatatkan akumulasi arus modal keluar (net outflow) yang cukup besar, yakni menembus angka makin dari RMB 10 idiom atau setara sekitar USD 1,48 miliar dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Fenomena ini menandai adanya pergeseran psikologis di kalangan pemodal. Strategi investasi yang semasih belumnya populer bagaikan membeli emas saat harganya sedang terkoreksi (buying on dips), kini mengawali ditinggalkan akibat kondisi pasar global yang dinilai terlalu fluktuatif.

Sinyal kelesuan ini tidak cuma terjadi pada instrumen reksa dana, namun juga merembet ke sektor pasar modal. Saham korporasi pertambangan dan produsen emas yang melantai di bursa efek Hong Kong secara serempak merasakan kejatuhan massal yang dinilai cukup tidak biasa oleh para analis.

Beberapa emiten besar yang mencatatkan penurunan signifikan antara lain:

Tren pelemahan ini juga menyeret emiten emas lainnya ke zona merah, termasuk Chifeng Gold, Lingbao Gold, China Silver Group, Zhufeng Gold, serta Tongguan Gold.

Dilansir dari Kitco, hal ini berkebalikan bersama tren amat masif pada awal tahun, saat harga emas internasional dan domestik berkali-kali memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah hampir setiap hari.

Data operasional terbaru yang dirilis oleh Shanghai Gold Exchange (SGE) memperlihatkan bahwa total penarikan emas fisik sepanjang bulan Mei cuma menyentuh angka 63,5 ton.

Angka volume transaksi ini merupakan yang terendah sejak Februari 2020, saat China pertama kali dihantam oleh gelombang awal pandemi COVID-19. Jika dibandingkan bersama perolehan pada Maret pada tahun ini, aktivitas penarikan emas fisik tersebut telah merosot hingga separuhnya.

Meskipun terjadi penurunan secara jangka pendek, para tersangka industri dan pengamat pasar yang diwawancarai oleh Gelonghui Finance tetap optimistis.

Mereka menilai bahwa fluktuasi harga pada saat ini merupakan hal yang wajar. Alasan inti yang mendasari nilai alokasi strategis emas sebagai aset pelindung kekayaan dinilai masih amat kokoh demi horizon investasi jangka menengah hingga jangka panjang.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *