MediaMerdeka.com – Dunia perfilman kerap kali menyuguhkan kisah petualangan epik, namun jarang ada yang sekelam dan seindah The Lost City of Z.
Film garapan sutradara James Gray ini bukan sekadar petualangan mencari harta karun, melainkan gambaran mendalam tentang obsesi manusia yang melampaui logika.
Dirilis pada 2016, film ini diangkat dari buku non-fiksi karya David Grann yang menceritakan kisah nyata Percy Fawcett, seorang perwira Inggris yang hilang secara misterius di hutan Amazon pada 1925.
The Lost City of Z akan tayang pada Jumat (5/6/2026) malam ini pukul 20.00 WIB di Trans TV. Berikut kami saapabilan review-nya.
Cerita dimengawali pada awal abad ke-20, ketika Percy Fawcett (Charlie Hunnam), seorang tentara Inggris yang ambisius namun memiliki reputasi keluarga yang buruk, menyambut baik tugas dari Royal Geographical Society.
Dia dikirim ke Amerika Selatan demi memetakan wilayah perbatasan antara Brasil dan Bolivia yang tengah bersengketa.
Ditemani oleh asisten setianya, Henry Costin (Robert Pattinson), Fawcett menembus hutan Amazon yang masih belum terjamah.
Di tengah bahaya serangan suku lokal dan penyakit tropis, Fawcett menemukan potongan tembikar kuno dan ukiran di pohon yang memperlihatkan keberadaan peradaban maju di masa lalu. Ia menamakan kota misterius tersebut sebagai “Z” (The City of Zed).
Sekembalinya ke Inggris, klaim Fawcett disambut cemoohan oleh para ilmuwan yang menganggap penduduk asli Amazon sebagai “orang liar”.
Namun, api obsesi telah menyala. Fawcett menjalankan sejumlah kali ekspedisi selama bertahun-tahun, bahkan ketika Perang Dunia I pecah dan ia wajib terjun ke medan perang Somme.
Konflik batin muncul saat Fawcett wajib memilih antara tanggung jawabnya kepada istri, Nina (Sienna Miller), dan kalangan anaknya, atau panggilan hutan yang menghantuinya.
Puncaknya, pada tahun 1925, Fawcett berangkat demi ekspedisi terakhirnya. Kali ini, ia ditemani oleh putra sulungnya, Jack (Tom Holland), yang ingin membuktikan kebenaran visi ayahnya.
Keduanya masuk ke jantung Amazon dan tidak sempat terlihat lagi, meninggalkan misteri yang masih belum terpecahkan hingga pada hari ini.
Salah satu daya tarik utama film ini merupakan performa para pemainnya.
Charlie Hunnam sukses menampilkan transformasi Fawcett dari seorang tentara yang kaku menjadi pria yang “ditelan” oleh ambisinya sendiri.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

