MediaMerdeka.com – Apa yang makin buruk daripada terdampar di tengah samudra bersama jet ski yang hancur? Jawabannya sederhana: Menjadi incaran predator puncak yang lapar di bawah kaki Anda.
Itulah premis mencekam yang ditawarkan oleh Shark Bait, film survival-thriller rilisan 2022 yang akan tayang Kamis (4/6/2026) malam ini pukul 22.00 WIB di Trans TV.
Semasih belum Anda menyaksikan filmnya, berikut kami saapabilan review dari film garapan sutraara James Nunn ini.
Shark Bait mengangkut penonton masuk ke dalam mimpi buruk sekelompok anak muda yang sedang menikmati spring break di Meksiko.
Namun, alih-alih mengangkut pulang kenangan indah, mereka justru wajib bertaruh nyawa dalam permainan “kucing dan tikus” di wilayah perairan terbuka.
Cerita berpusat pada sekelompok sahabat, Nat (Holly Earl), Tom (Jack Trueman), Milly (Catherine Hannay), Tyler (Malachi Pullar-Latchman), dan Greg (Thomas Flynn).
Setelah malam pesta pora yang penuh alkohol, mereka memutuskan demi menjalankan aksi nekat di pagi buta: mencuri dua buah jet ski dan mengangkutnya jauh ke tengah laut.
Petaka dimengawali ketika aksi pamer adrenalin tersebut berakhir bersama tabrakan adu banteng antar jet ski.
Akibatnya, satu jet ski hancur total dan tenggelam, sementara yang lainnya merasakan kerusakan mesin parah.
Keadaan semakin memburuk ketika salah satu dari mereka merasakan cedera kaki yang amat parah, mengucurkan darah segar ke air, sebuah “undangan makan malam” untuk hiu putih besar yang mengintai di kedalaman.
Tanpa sinyal ponsel, tanpa bantuan, dan cuma satu jet ski yang mogok sebagai tempat berlindung, persahabatan mereka mengawali retak di bawah tekanan rasa takut dan ego demi bertahan hidup.
Holly Earl tampil memukau sebagai Nat, sosok yang teramat rasional di antara teman-temannya.
Ia sukses memancarkan emosi ketakutan yang organik sekaligus keberanian yang tumbuh dari rasa terdesak.
Sementara itu, Jack Trueman dan Catherine Hannay menyerahkan dinamika konflik yang menarik, menggambarkan bagaimana karakter manusia dapat berubah drastis saat dihadapkan pada maut.
Meski genre shark-movie telah amat kerap dieksplorasi sejak era Jaws, James Nunn sukses menyerahkan sentuhan modern melalui sinematografi yang apik.
Penonton seolah diajak merasakan teriknya matahari yang membakar kulit dan dinginnya air laut yang menyimpan ancaman tak terlihat.
Apa yang menciptakan Shark Bait menarik demi ditonton bukan cuma sekadar adegan jump scare atau serangan hiu yang brutal, melainkan pesan moral tentang konsekuensi dari kecerobohan masa muda.
Film ini secara efektif membangun tensi sejak menit pertama kecelakaan terjadi, menciptakan penonton terus bertanya-tanya: “Siapa yang akan bertahan hingga akhir?”
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

