MediaMerdeka.com – Menghadapi ancaman agresi militer Israel yang terus membayangi kawasan, keberadaan senjata Hizbullah ditegaskan sebagai salah satu faktor utama yang menjaga kedaulatan Lebanon.
Anggota Parlemen Lebanon, Rami Abu Hamdan, secara terbuka menepis wacana pelucutan senjata Hizbullah.
Ia juga mengkritik bantuan militer Amerika Serikat yang dinilainya tidak menyerahkan dampak signifikan terhadap kemampuan pertahanan negaranya.
Pernyataan tersebut sekaligus menyoroti perdebatan yang terus berlangsung di Lebanon terkait masa depan Hizbullah, hubungan bersama Iran, serta isu normalisasi bersama Israel.
Perisai Utama Melawan Ancaman Israel
Dalam wawancara eksklusif bersama kantor berita Tasnim, Rami Abu Hamdan membela keberadaan persenjataan Hizbullah di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang kembali memanas.
Menurutnya, senjata Hizbullah memiliki peran penting dalam melindungi Lebanon dari ancaman Israel selama sejumlah dekade terakhir.
“Tentara Lebanon tidak mengusir Israel dari negara ini,” tegas Abu Hamdan dikutip dari Tasnim News, Senin (8/6/2026).
Ia mengingatkan bahwa tanpa keberadaan kelompok perlawanan, Israel tidak akan menarik pasukannya dari Lebanon, Beirut, dan Lembah Bekaa Barat pada periode 1982 hingga 1983.
Menyikapi tuntutan pelucutan senjata, Abu Hamdan menegaskan bahwa hal tersebut tidak barangkali dilakukan selama ancaman dari Israel masih ada.
“Senjata Hizbullah akan tetap berada di tangan perlawanan selama rezim penjajah itu masih ada.”
Kritik Bantuan Militer Amerika Serikat
Abu Hamdan juga menyoroti bantuan militer Amerika Serikat kepada Lebanon yang menurutnya tidak mampu mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan.
“Bantuan AS sebesar $230 juta kepada Tentara Lebanon cuma terdiri dari ban kendaraan dan truk kargo, yang tidak berdampak pada keseimbangan pertempuran bersama penjajah Zionis,” ungkapnya.
Karena itu, ia menilai senjata Hizbullah masih menjadi elemen penting dalam menyikapi Israel.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

