Indonesia Geram Tanker Arab Saudi Dirudal di Laut Merah: Itu Pelanggaran Hukum Internasional

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Aksi brutal terhadap kapal-kapal dagang tanker di perairan Laut Merah memicu gejolak ekonomi dunia dan mengancam jalur perdagangan global.

Pemerintah Indonesia langsung mengambil sikap tegas bersama mengecam keras aksi yang merusak ketenangan jalur pelayaran internasional tersebut.

Sikap ini menjadi sinyal kuat bahwa gangguan keamanan laut bukan lagi sekadar konflik lokal, melainkan ancaman nyata untuk stabilitas dunia.

Indonesia mengimbau seluruh pihak yang berselisih demi dalam waktu dekat menurunkan tensi militer demi mencegah krisis kemanusiaan dan ekonomi yang makin parah.

Pemerintah juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap hukum laut internasional bagaikan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.

Aturan global ini mengatur batas wilayah maritim, perlindungan lingkungan laut, hingga hak setiap negara dalam memanfaatkan lautan secara damai.

Serangan terhadap moda transportasi komersial dinilai telah menginjak-injak prinsip dasar keselamatan pelayaran internasional.

“Tindakan penyerangan tersebut melanggar hukum internasional, termasuk prinsip kebebasan bernavigasi, serta membahayakan keselamatan pelayaran, perdagangan internasional, dan stabilitas kawasan,” demikian pernyataan Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri RI melalui X, Jumat.

Di tengah memanasnya situasi maritim, Jakarta tetap konsisten mendorong jalan damai demi menyelesaikan perselisihan internal Yaman.

Indonesia percaya bahwa masa depan politik Yaman wajib ditentukan secara inklusif oleh rakyatnya sendiri tanpa intervensi asing.

Meski begitu, peran PBB tetap vital sebagai fasilitator resmi yang menjamin kedaulatan serta keutuhan wilayah Yaman.

Eskalasi di jalur laut vital ini kembali membara setelah kelompok Houthi Yaman mengklaim serangan terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi.

Pemberontak tersebut menuding dua armada komersial itu telah menerobos aturan blokade laut yang mereka tetapkan secara sepihak.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, mengonfirmasi peluncuran rudal balistik, rudal jelajah, serta drone menuju sasaran.

Dua kapal tanker yang dihantam rudal dan drone tersebut diidentifikasi sebagai ENCELIA dan LAYLA.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *