MediaMerdeka.com – Gempa bumi berkekuatan 7,8 magnitudo mengguncang selatan Filipina pada Senin (8/6/2026) waktu setempat.
Gempa dahsyat ini berdampak luas pada sektor pendidikan di negara Filipina.
Lebih dari 3,2 juta siswa dan hampir 129 ribu tenaga pendidik terdampak di lima wilayah, memaksa penghentian aktivitas belajar di ribuan sekolah.
Salah satu detik-detik dramatis saat gempa Filipina menghantam terjadi di Mahayahay Elementary School, Davao Occidental.
Dalam rekaman video viral, terlihat siswa-siswa sekolah dasar bersama guru jongkok di tanah saat gempa dahsyat terjadi.
Kepanikan dan ketakutan tergambar jelas dari wajah para siswa dan guru pada video tersebut saat bumi bergoyang akibat gempa dahsyat tersebut.
Saat tengah berjongkok, para siswa dan guru dikagetkan bersama robohnya bangunan yang tepat berada di belakang mereka.
Dari laporan yang dikutip dari inquirer.net, tidak ada pihak korban luka dari siswa dan para guru.
Menurut laporan Departemen Pendidikan Filipina (DepEd), gempa terjadi pukul 07.37 waktu setempat bersama pusat sekitar 32 kilometer barat daya Maasim, Sarangani, pada kedalaman 33 kilometer.
Otoritas mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa tektonik kuat yang berpotensi memicu kerusakan besar dan gempa susulan.
Sesejumlah 3.239.964 pelajar, 128.861 tenaga pendidik dan staf, serta 6.224 sekolah terdampak di 33 divisi pendidikan di Regions IX, X, XI, XII, dan Caraga.
Sebagai langkah darurat, kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara demi mengonfirmasi keselamatan siswa.
“Sekolah diminta mengaktifkan rencana kontinjensi gempa dan tetap waspada terhadap gempa susulan,” demikian pernyataan otoritas terkait Filipina.
Proses evakuasi dilakukan bersama koordinasi pihak pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana.
Guncangan terkuat tercatat pada intensitas VII di General Santos City, sementara sejumlah wilayah lain merasakan intensitas VI hingga V.
Kerusakan dilaporkan terjadi pada bangunan sekolah, jembatan, serta infrastruktur penting lainnya.
Gempa juga memicu peringatan tsunami dan evakuasi di sejumlah wilayah pesisir Mindanao.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

