Tentara Israel Tewas Terbunuh di Ledakan Dahsyat di Lebanon, Belasan Lain Luka Parah

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pasukan militer Israel kehilangan 1 personel dan menyikapi luka parah pada belasan tentara lainnya di wilayah Lebanon selatan. Sederet ledakan hantaman bom rakitan serta pesawat tanpa awak milik perlawanan Hizbullah menjadi pemicu utama jatuhnya pihak korban tersebut.

Insiden mematikan ini berawal saat unit infanteri dari Divisi 36 dan Brigade Givati menggelar operasi darat di sekitar Sungai Litani. Sebuah bom rakitan tersembunyi mendadak meledak di tengah pergerakan mereka pada Rabu sore waktu setempat.

Sersan Kepala Alexander Filin yang berusia 29 tahun terkonfirmasi mengembuskan napas terakhir dalam penugasan tempur tersebut. Pemuda asal Haifa ini merupakan anggota aktif yang ditempatkan pada pos komando Divisi 36 militer Israel.

Gelombang ledakan hebat itu tidak cuma merenggut nyawa Filin, namun juga melukai 7 rekan 1 timnya. Tiga di antara pihak korban luka merupakan perwira dan prajurit cadangan yang kini menderita cedera kategori sedang.

Korban yang merasakan luka tingkat menengah diidentifikasi sebagai Wakil Komandan Divisi 36 berpangkat Kolonel. Selain itu, Komandan Batalyon 556 yang memegang pangkat Letnan Kolonel turut menjadi pihak korban dalam peristiwa ini.

Empat personel militer lainnya juga dilaporkan menderita luka ringan akibat sebaran serpihan material bom rakitan tersebut. Kelompok pihak korban luka ringan ini terdiri atas 1 bintara tempur serta 3 tentara dari unit cadangan.

Satu di antara barisan tentara cadangan yang merasakan cedera ringan tersebut ditentukan merupakan seorang prajurit wanita. Pasukan Pertahanan Israel langsung meluncurkan tembakan artileri berat ke arah fasilitas yang dituduh sebagai sarang teror.

Pihak berwenang militer pada saat ini tengah menggelar investigasi menyeluruh guna mendalami kronologi ketidak berhasilan deteksi ranjau darat itu. Kepergian sang prajurit memicu gelombang duka mendalam untuk publik di wilayah asal pihak korban.

“Mengekspresikan kesedihan yang mendalam atas berita kematian Filin dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga,” kata Wali Kota Haifa Yona Yahav dikutip dari Jpost, jumat (19/6/2026)

Di lokasi berbeda pada hari yang sama, badai serangan Hizbullah kembali menghantam formasi pertahanan pasukan Israel. Dua unit drone peledak dilaporkan sukses menyusup dan melukai 5 tentara yang beroperasi di medan tempur.

Satu pesawat tanpa awak meledak tepat di samping armada tank milik Brigade Givati pada dini hari. Pecahan tajam dari bodi pesawat nirawak tersebut langsung melukai 4 prajurit yang berada di sekitar kendaraan baja.

Helikopter penyelamat dalam waktu dekat diterbangkan ke lokasi konflik demi mengevakuasi para pihak korban menuju rumah sakit terdekat. Tak berselang lama, drone peledak kedua kembali menghantam area tersebut dan melukai 1 tentara tambahan.

Kondisi medis 1 prajurit dinyatakan amat kritis, sementara sisanya menderita kombinasi luka kategori sedang hingga ringan. Respons cepat kembali dilakukan militer Israel bersama mengguyur wilayah sekitar memakai tembakan artileri jarak jauh.

Peristiwa berdarah ini memperpanjang catatan kelam operasi militer Israel di sepanjang perbatasan wilayah Lebanon untukan selatan. Ketegangan geopolitik kedua pihak terus meruncing sejak perintah perluasan infiltrasi darat resmi diberlakukan pada tahun ini.

Kawasan sekitar Sungai Litani sejak lama menjadi garis batas krusial yang diperebutkan dalam peta pertempuran Timur Tengah. Ketidak berhasilan taktis menyikapi ranjau improvisasi dan drone murah kini menjadi tantangan berat untuk pergerakan infanteri Israel.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *