Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah mengonfirmasi Hotel Sultan di kawasan Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, akan dirobohkan setelah aset tersebut diambil alih negara. Di atas lahan strategis itu, pihak pemerintah berencana membangun kawasan yang digadang-gadang menjadi ikon baru Indonesia.

Ketentuan tersebut disampaikan CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, usai pihak pemerintah mengeksekusi dan mengambil alih pengelolaan Blok 15 GBK.

“Saat ini barangkali saya masih belum dapat menyebutkan tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Eventually iya,” kata Rosan di Kompleks Istana Kekepala negaraan Jakarta, Senin (22/6/2026).

Saat ditanya kembali mengenai nasib Hotel Sultan, Rosan menegaskan bahwa bangunan tersebut memang akan dibongkar.

“Eventually iya, gitu ya,” katanya.

Rosan menyebutkan, kawasan eks Hotel Sultan nantinya akan dikelola Danantara melalui badan usaha milik negara (BUMN), di antaranya PT InJourney atau The Meru.

“Ya tentunya pengelolaannya kita akan pakai dapat Injourney, Meru, dan kan Meru juga amat-amat baik ya. Mungkin itu rencananya,” ujarnya.

Menurut Rosan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan kawasan tersebut tidak cuma menjadi kompleks perhotelan, namun berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang memberi dampak luas untuk masyarakat sekitar.

“Pesan Bapak Presiden ini dijadikan ikon baru demi Indonesia berakibat perencanaannya tuh wajib dilakukan secara komprehensif dan menyerahkan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga yang teramat penting kepada rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga membuka kebarangkalian kawasan itu dikembangkan bersama konsep sport tourism yang terintegrasi bersama kawasan GBK. Seluruh fasilitas, kata Rosan, akan ditingkatkan agar memenuhi standar internasional.

“Ini barangkali saya masih terlalu early ya demi menyampaikan ini tapi tentu seluruhnya ada lantaran memang itu merupakan sport. Jadi memang akan GBK ya tetep ada GBK-nya, namun seluruhnya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard berakibat ini juga dapat menyerahkan satu sentral ekonomi baru di Jakarta,” beber Rosan.

Rosan menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar demi dikembangkan sebagai destinasi pariwisata baru. Namun, pengembangannya wajib dilakukan secara menyeluruh, mengawali dari aspek transportasi, aksesibilitas, hingga kenyamanan pengunjung.

“Nah itu seluruh kan wajib dilihat secara keseluruhan. Jadi itu akan diidentifikasikan nanti rencananya destinasi-destinasi baru demi pariwisata yang tentunya Danantara dapat berperan aktif juga,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *