Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Upaya konservasi kawasan hutan dan perkebunan di Indonesia memasuki babak baru yang makin luas. Melalui kolaborasi internasional bersama Pemerintah Swiss dan Program Pembangunan PBB (UNDP), program pengelolaan lanskap berkelanjutan kini ditargetkan mampu mengonservasi jutaan hektare kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar di lima provinsi kunci.

Lima wilayah yang menjadi fokus utama dalam implementasi program ini meliputi Provinsi Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Langkah strategis ini merupakan kelanjutan dari Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI) yang resmi diperpanjang dan diperluas hingga tahun 2029.

Aretha Aprilia, Head of Nature and Low Carbon Development Unit UNDP Indonesia, membeberkan bahwa pada tahap awal saja, program ini telah mencatat capaian signifikan bersama mengonservasi kawasan seluas sekitar 1,79 juta hektare. Selain itu, program ini juga sukses menggalang kemitraan bersama sektor swasta senilai sekitar 6,8 juta dolar AS.

Pada perluasan kali ini, Aretha menegaskan fokus tidak lagi cuma pada proyek percontohan skala kecil, melainkan pada dampak sistemik yang makin besar melalui penguatan kelembagaan dan keterlibatan sektor swasta yang makin masif.

“Yang penting kini bukan cuma pilot project, tapi bagaimana praktik baik ini benar-benar masuk ke sistem pihak pemerintah,” ujar Aretha.

Dorong Kesejahteraan Petani dan Transparansi Sawit di Pasar Global

Selain perlindungan lingkungan, tujuan akhir dari program lintas negara ini merupakan menyerahkan dampak ekonomi langsung untuk masyarakat sekitar di tingkat tapak, khususnya para petani sawit. Pemerintah Indonesia memanfaatkan momentum ini demi memperkuat tata kelola komoditas berkelanjutan melalui sistem sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, menerangkan bahwa pihak pemerintah tengah mempercepat transformasi digital pada sistem ISPO. Integrasi data sertifikasi dan perdagangan ini dilakukan agar rantai pasok komoditas Indonesia menjadi makin transparan dan mudah dilacak oleh pasar global.

“Dengan sistem ini, kita ingin meningkatkan kepercayaan dunia terhadap produk sawit Indonesia yang berkelanjutan,” kata Dida.

Ia mengimbuhkan, program pengelolaan lanskap ini telah diselaraskan bersama prioritas nasional, termasuk mendorong transisi energi hijau melalui penguatan program biodiesel yang berbasis pada produksi sawit berkelanjutan.Target utamanya merupakan mengonfirmasi praktik hijau ini menjadi untukan integral dari sistem pihak pemerintah pusat maupun daerah.

Dukungan Penuh Kemitraan Internasional

Dampak nyata di lapangan ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari mitra internasional. Y.M. Olivier Zehnder, Duta Besar Swiss demi Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, menegaskan bahwa hasil positif pada fase awal dalam pengelolaan perkebunan dan peningkatan kondisi masyarakat sekitar menjadi alasan kuat untuk pihaknya demi memperpanjang komitmen ini.

“Kami menyaksikan langsung di lapangan bagaimana program ini berjalan. Tujuannya bukan cuma menjaga lingkungan, namun juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan kualitas produksi,” ungkap Olivier.

Swiss menginginkan, penguatan sistem dan kemitraan hingga tahun 2029 ini dapat menciptakan program pengelolaan kawasan di Indonesia menjadi mandiri di masa depan, tanpa ketergantungan penuh pada pendanaan eksternal.

Sementara itu, pihak UNDP Indonesia kembali mengingatkan bahwa kunci kesuksesan dari target konservasi dan kesejahteraan ini berada pada sinergi multipihak.

“Pembangunan berkelanjutan cuma dapat sukses apabila masyarakat sekitar, pihak pemerintah, dan sektor swasta bekerja bersama,” paparnya.

Melalui perluasan dampak di lima provinsi ini, para mitra optimistis kolaborasi jangka panjang tersebut akan membuka peluang pasar baru yang menguntungkan lingkungan sekaligus memutar roda ekonomi daerah.

“Jika kita bekerja bersama, seluruh pihak akan memperoleh manfaat. Petani makin sejahtera, produksi makin baik, dan pasar baru terbuka,” tutup Olivier Zehnder.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *