Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah resmi mengumumkan paket stimulus ekonomi sebesar Rp 26,34 triliun demi semester kedua 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan paket stimulus ini ditujukan lantaran masih adanya tantangan geo ekonomi berupa perang Amerika Serikat vs Iran di Timur Tengah, tepatnya Selat Hormuz.

Menko Perekonomian menyebut bila paket stimulus ini juga disetujui Presiden RI Prabowo Subianto demi mencegah dan mengantisipasi risiko eksternal yang akan muncul.

“Jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah demi di semester kedua ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun,” katanya dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Airlangga merinci, paket stimulus semester II 2026 ini mencakup insentif transportasi Rp 2,04 triliun, anggaran magang dan vokasi Rp 6,26 triliun, dan bantuan pangan Rp 18,04 triliun.

Pertama, paket stimulus itu mencakup Pajak Penulis berupa Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5 persen. Airlangga menyebutkan bila PPh Final Royalti penulis semasih belumnya berada di kisaran 5-35 persen.

“Ini merupakan salah satu dari janji kampanye Bapak Presiden,” imbuhnya.

Kedua, Pemerintah menyerahkan insentif transportasi demi periode libur sekolah maupun libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang mencakup angkatan darat, laut, hingga udara.

Ketiga, Pemerintah juga menyerahkan insentif demi impor LPG dan bahan baku plastik berupa penghapusan bea masuk sebesar 0 persen.

Menko Airlangga menyebut bila insentif impor LPG demi industri petrokimia ini dapat meningkatkan nilai manfaat sesejumlah Ro 2,25 triliun. 

“Kemudian juga pihak pemerintah mengharapkan bersama adanya bahan baku plastik yang nol, ini juga akan menolong terkait bersama inflasi, terutama hampir seluruh packaging makanan dibungkus bersama plastik sambil kita menunggu perkembangan daripada situasi,” papar dia.

Menko Airlangga juga menurunkan bea masuk impor suku cadang pesawat menjadi 0 persen. Hal ini dilakukan demi mendukung industri penerbangan dan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) sekaligus meningkatkan daya saing.

Pemerintah juga melanjutkan Program Magang Nasional dan Program Vokasi Nasional. Ia menyebutkan bila program ini dapat menjadi penggerak ekonomi demi semester kedua 2026.

Sedangkan demi Bantuan Pangan, Presiden Prabowo mengarahkan program ini berlanjut selama tiga bulan mengawali Juli, Agustus, dan September bersama total penerima manfaat sesejumlah 33,24 juta. Anggaran program ini mencapai Rp 17,54 triliun.

Lainnya yakni program Stabilisasi Harga Pasokan Pangan (SPHP). Ini ditujukan demi para perajin tahu dan tempe demi berupa subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram bersama target kuota 250.000 ton. 

“Kita ketahui kita beli kebutuhannya merupakan 2,5 juta ton per tahun, namun kita siapkan 250.000 bersama subsidi Rp 2.000 per kg yang nantinya akan diberikan apabila harga kedelainya di atas harga acuan pembelian,” beber dia.

Lebih lanjut Airlangga juga membeberkan adanya bantuan beras dan bantuan stabilisasi pangan yang telah dirapatkan bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan maupun keaparatur negara kementerianan terkait.

“Baik terhadap bantuan beras maupun bantuan stabilisasi pangan, ini telah dirapatkan bersama Menko Pangan, dan Menko Pangan telah bersurat ke tempat kami di Menko Perekonomian dan ini kami telah bahas secara lintas keaparatur negara kementerianan dan juga telah memperoleh arahan dari Bapak Presiden,” pungkas Airlangga

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *