Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Selama ini ancaman terhadap ketahanan air makin kerap dikaitkan bersama perubahan iklim atau meningkatnya kebutuhan air. Namun, ada persoalan lain yang diam-diam terus mengurangi kemampuan dunia menyimpan air, yakni sedimentasi waduk.

Sedimentasi merupakan proses menumpuknya tanah, pasir, lumpur, dan material lain di dasar waduk. Dalam jangka panjang, endapan tersebut menciptakan ruang penyimpanan air semakin menyempit berakibat kapasitas tampung terus menurun.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Sustainability menemukan bahwa kapasitas tampung waduk di seluruh dunia berkurang rata-rata 7,3 persen setiap dekade akibat sedimentasi. Dampak teramat besar justru terjadi pada waduk berukuran kecil yang selama ini jarang menjadi perhatian.

Waduk Kehilangan Kemampuan Menyimpan Air

Dalam penelitian berjudul Global Patterns of Reservoir Sedimentation and Overlooked Risks in Small Reservoirs, peneliti menganalisis makin dari 550 ribu waduk di seluruh dunia memakai citra satelit, data geospasial, dan catatan teknis.

Sesejumlah 95 persen waduk yang dianalisis berukuran kurang dari satu kilometer persegi. Hasilnya memperlihatkan hampir satu dari lima waduk kini masuk kategori berisiko tinggi kehilangan kapasitas penyimpanan air akibat sedimentasi.

Penulis utama penelitian sekaligus peneliti di Nanjing Institute of Geography and Limnology (NIGLAS), Chinese Academy of Sciences, Liu Kai, menyebut studi ini menjadi penilaian global pertama yang memasukkan waduk kecil secara menyeluruh dalam analisis sedimentasi.

“Studi ini menyerahkan penilaian global beresolusi tinggi pertama tentang sedimentasi waduk yang sepenuhnya mencakup waduk kecil,” ujar Liu Kai.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa risiko sedimentasi kebarangkalian jauh makin besar dibanding perkiraan semasih belumnya.

Ancaman yang Perlu Menjadi Perhatian Indonesia

Temuan ini menjadi relevan untuk Indonesia yang terus membangun bendungan, waduk, dan embung demi memperkuat ketahanan air dan pangan.

Menurut informasi Keaparatur negara kementerianan Pekerjaan Umum, pembangunan bendungan masih menjadi strategi penting demi memenuhi kebutuhan irigasi, penyediaan air baku, hingga pembangkit listrik. Namun, pembangunan infrastruktur tanpa pengelolaan sedimen yang baik dapat menciptakan kapasitas tampung terus menurun.

Akibatnya, kemampuan waduk menyimpan air saat musim hujan ikut berkurang dan cadangan air saat musim kemarau menjadi semakin terbatas.

Sedimentasi juga tidak cuma berdampak pada volume air. Penumpukan endapan dapat mengurangi fungsi pengendalian banjir, mengganggu sistem irigasi pertanian, serta memengaruhi pasokan air bersih dan energi.

Penelitian tersebut memperkirakan bahwa tanpa penanganan, makin dari separuh waduk di dunia berpotensi kehilangan fungsi operasionalnya pada 2060, bersama waduk kecil menjadi kelompok yang teramat rentan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *