Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, mendorong Pemerintah demi mengawali melirik pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna mengatasi persoalan kronis kekurangan tenaga dokter di berbagai daerah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI yang membahas perlindungan dan kesejahteraan Tenaga Medis (Named) serta Tenaga Kesehatan (Nakes) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Nihayatul mengaku miris mendengar laporan Menteri Kesehatan terkait masih adanya daerah-daerah yang sama sekali tidak memiliki tenaga dokter.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dokter tidak dapat dilakukan secara instan lantaran proses pendidikan kedokteran yang memakan waktu lama.

“Pendidikan kedokteran ini kan butuh waktu lagi, koas dan sebagainya. Masyarakat tidak barangkali menunggu sampai mereka lulus. Kalaupun ada usulan membiayai putra daerah, itu solusi luar biasa, tapi butuh waktu. Nah, di jenjang waktu tunggu ini, apa yang dapat kita lakukan?” ujar Nihayatul.

Politisi PKB ini mengusulkan agar teknologi AI dapat digunakan demi menjembatani kekosongan tersebut.

AI dinilai dapat menolong proses analisis penyakit awal untuk pasien di wilayah yang sulit terjangkau tenaga medis fisik.

Saya bukan orang medis, saya membayangkan barangkali kini ini kita sejumlah menyaksikan sejumlah sektor yang telah dibantu oleh AI. Bisa nggak ya, Pak, kira-kira di daerah-daerah tertentu yang barangkali ada tenaga medis dan sebagainya, yang barangkali ada ada ini kita dapat dibantu AI demi sebagai teramat tidak demi menolong pasien kita demi apa menganalisis penyakit dan sebagainya? Karena demi menjembatani saja, Pak,” katanya.

Meski menyadari bahwa kehadiran teknologi tidak akan dapat menggantikan peran dokter secara maksimal, Nihayatul menilai langkah ini jauh makin baik daripada membiarkan masyarakat sekitar di daerah tanpa layanan medis sama sekali.

Ia juga menyinggung kesuksesan Menteri Kesehatan dalam menjalankan operasi jarak jauh sebagai bukti bahwa teknologi medis telah amat maju.

“Kalau operasi jarak jauh telah dapat dilakukan, sewajibnya pemeriksaan jarak jauh di wilayah tertentu yang tidak ada dokternya juga dapat menjadi salah satu solusi,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti kendala distribusi tenaga medis, di mana tidak seluruh tenaga kesehatan bersedia ditempatkan di daerah terpencil.

Oleh lantaran itu, kehadiran teknologi dianggap sebagai jawaban atas keterbatasan fisik dan mobilitas tenaga medis pada saat ini.

“Bisa tidak bersama teknologi yang ada kita mengganti kehadiran fisik dokter bersama yang lain? Walaupun memang tentu tidak maksimal, tapi barangkali demi penyakit tertentu ini dapat menolong,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *