Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengkritik keras wacana pihak pemerintah yang berencana memasukkan penderita Tuberkulosis (TBC) sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Charles menilai rencana tersebut tidak realistis secara teknis dan berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit.

Meski setuju bahwa penderita TBC membutuhkan intervensi gizi sebagai untukan dari pemulihan, Charles menekankan bahwa memakai skema MBG bukanlah langkah yang tepat.

“Pada prinsipnya saya setuju bersama adanya intervensi gizi buat masyarakat sekitar rentan, termasuk penderita TBC. Tetapi apakah tepat menyerahkan MBG kepada penderita TBC? Saya rasa ini perlu dikaji kembali. Secara teknis ini akan amat sulit,” ujar Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Salah satu poin utama yang disoroti Charles merupakan masalah distribusi. Program MBG rencananya akan dipasok melalui satuan pelayanan gizi atau dapur pusat (SPPG).

Charles meragukan jangkauan dapur-dapur tersebut demi menjangkau penderita TBC yang tersebar hingga pelosok.

“Belum tentu di dekat tempat penderita TBC tinggal itu ada dapur SPPG. Jangan seluruh-seluruh ditarik ke MBG. Kita telah punya Puskesmas hampir di setiap kelurahan atau kecamatan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Charles mengkhawatirkan aspek higienitas dan risiko penularan. Mengingat TBC merupakan penyakit yang amat menular melalui droplet, penggunaan wadah makan (ompreng) yang bersirkulasi dalam program MBG dianggap amat berisiko.

“TBC merupakan penyakit yang amat menular. Apakah ompreng yang dipakai itu nanti dikembalikan ke SPPG dan digunakan kembali? Ini malah dapat menularkan kepada penerima manfaat lainnya yang bukan penderita TBC. Jadi, ini wacana yang menurut saya tidak masuk akal,” tegasnya.

Alih-alih memaksakan masuk ke program MBG, Charles menyarankan Keaparatur negara kementerianan Kesehatan (Kemenkes) demi mengoptimalkan peran Puskesmas dan Dinas Kesehatan di daerah.

Menurutnya, tenaga medis di tingkat kecamatan jauh makin memahami kebutuhan spesifik pasien TBC di wilayahnya.

“Lebih baik Kemenkes berkoordinasi bersama Dinkes daerah, memanfaatkan Puskesmas demi menolong penderita TBC memperoleh apa yang mereka butuhkan, baik obat-obatan maupun intervensi gizi. Tenaga kesehatan di sana makin tahu kebutuhan pasiennya,” jelas Charles.

Charles menginginkan wacana yang dilontarkan Menteri Kesehatan tersebut masih belum menjadi keputusan final.

“Mudah-mudahan Pak Menkes cuma bercanda ketika menyampaikan wacana ini,” pungkasnya.

Semasih belumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar penderita tuberkulosis (TBC) dimasukkan sebagai kelompok prioritas penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Usulan ini diajukan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang guna mempercepat pemulihan pasien dan menekan angka kematian akibat TBC di Indonesia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *