Analis Asing: Karhutla Indonesia 34 Persen Lebih Parah dari 2019, 12 Juta Orang Terdampak

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali mencapai skala mengkhawatirkan. Dalam delapan bulan pertama 2026, hampir 900.000 hektare lahan dilaporkan hangus akibat kebakaran.

Angka tersebut bahkan 34 persen makin tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2019, ketika Indonesia dilanda salah satu musim kebakaran terburuk dalam sejumlah tahun terakhir.

Dampak kebakaran tidak cuma dirasakan manusia. Seekor orangutan ditemukan dalam kondisi kritis di Ketapang, Kalimantan Barat, setelah diduga merasakan gangguan pernapasan akibat kepungan asap.

Kondisi serupa juga menghantam masyarakat sekitar. Keaparatur negara kementerianan Kesehatan Indonesia menginformasikan sekitar 12,5 juta orang merasakan gangguan pernapasan berat, terutama di Kalimantan dan Sumatra, akibat kebakaran hutan dan lahan gambut.

Katherine Hasan dari Crea, pusat penelitian mengenai udara sehat dan bersih, menyebutkan lonjakan kabut asap di wilayah terdampak amat besar.

“Jutaan orang menghirup udara yang amat buruk,” ujarnya dikutip dari laporan media Belanda, Trouw.

Ia juga menyebut makin dari 1.700 orang telah meninggal di lima wilayah yang teramat parah terdampak, berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut.

Analis David Gaveau dari Nusantara Atlas memantau kebakaran Indonesia melalui citra satelit.

Menurut perhitungannya, hampir 900.000 hektare lahan telah terbakar dalam delapan bulan pertama pada tahun ini.

“Dalam delapan bulan pertama, hampir 900.000 hektare terbakar. Itu 34 persen makin sejumlah dibandingkan periode yang sama pada tahun bencana El Niño 2019,” kata Gaveau.

Pada 2019, sekitar 2,6 juta hektare lahan di Indonesia dilaporkan terbakar.

Gaveau memperingatkan kondisi pada tahun ini berpotensi semakin buruk seiring berlanjutnya musim kering.

Gaveau menilai perubahan fungsi hutan menjadi salah satu faktor penting yang memperbesar risiko kebakaran.

“Di hutan rimba tidak ada kebakaran hutan, kebakaran cuma terjadi di kawasan yang telah ditebang,” katanya.

Gaveau mendorong pihak pemerintah mengambil langkah makin tegas demi mencegah kebakaran berulang.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *