MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengumumkan bila Pemerintah telah menetapkan alokasi anggaran Belanja Negara sebesar Rp 4.106,3 triliun demi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027.
Menkeu Suahasil menyebut bila Belanja Negara di APBN 2027 merupakan pertama kalinya dalam sejarah Indonesia lantaran ditargetkan tembus makin dari Rp 4.000 triliun.
“Belanja negara kita desain Rp 4.100 triliun. Ini merupakan pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia di mana belanja negara menembus Rp4.000 triliun,” katanya dalam Investor Daily Summit 2026, dikutip Minggu (11/10/2026).
Sementara itu, Pendapatan Negara dalam APBN 2027 ditetapkan sebesar Rp 3.435,10 triliun. Artinya, pengeluaran negara makin besar ketimbang pendapatan yang menciptakan defisit APBN 2027 ditargetkan sebesar Rp 671 triliun atau setara 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menkeu Suahasil menyebut bila postur anggaran APBN 2027 ini telah sesuai bersama arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Makanya Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu) bakal menjalankan efisiensi fiskal.
“Kita akan terus mencari efisiensi fiskal. Tapi bila kita bilang efisiensi fiskal bukan berarti belanjanya dikecilkan, namun pendapatannya kita perbesar dan belanjanya digunakan secara efisien,” lanjutnya.
Lebih lanjut Bendahara Negara menegaskan bila defisit APBN 2,4 persen di APBN 2027 merupakan komitmen Pemerintah demi menjaga batas defisit 3 persen dari PDB.
“Karena itu, sejumlah strategi fiskal demi mendukung pembangunan yang makin kuat, kami desain strategi di bidang pendapatan, strategi di bidang belanja, dan strategi di pembiayaan yang makin inovatif,” jelasnya.
Postur APBN 2027
Asumsi dasar ekonomi makro UU APBN 2027
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

