MediaMerdeka.com – Kinerja sektor industri pengolahan Indonesia tetap gencar ekspansi pada kuartal II-2026. Hal itu tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang berada di level 51,43, atau masih berada pada fase ekspansi lantaran berada di atas level 50.
Capaian PMI-BI kuartal II-2026 tersebut memperlihatkan aktivitas manufaktur nasional tetap tumbuh, didukung oleh peningkatan volume produksi, persediaan barang jadi, dan total pesanan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny, menyebutkan hasil tersebut memperlihatkan aktivitas industri pengolahan nasional masih terjaga dan diperkirakan akan semakin menguat pada triwulan berikutnya.
“Kinerja Lapangan Usaha Industri Pengolahan pada kuartal II-2026 tetap terjaga dan berada pada fase ekspansi, tecermin dari PMI-BI sebesar 51,43. Pada kuaral III-2026, kinerja industri pengolahan diprakirakan meningkat dan tetap berada pada fase ekspansi bersama PMI-BI sebesar 52,32,” ujar Ramdan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (19/7/2026).
Kinerja positif ini juga memperkuat optimisme terhadap prospek sektor industri pengolahan sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan komponen pembentuknya, mayoritas indikator PMI-BI masih berada pada zona ekspansi. Komponen Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan menjadi penopang utama kinerja industri sepanjang triwulan II 2026.
Sementara itu, dari sisi sublapangan usaha (Sub-LU), seuntukan besar sektor juga mencatatkan ekspansi. Indeks tertinggi dibukukan oleh Industri Mesin dan Perlengkapan, disusul Industri Makanan dan Minuman, Industri Logam Dasar, serta Industri Barang Galian Bukan Logam.
Memasuki kuartal III-2026, Bank Indonesia memperkirakan PMI-BI meningkat menjadi 52,32, yang menandakan aktivitas manufaktur akan terus berekspansi bersama laju yang makin kuat dibandingkan triwulan semasih belumnya.
Prospek tersebut didorong oleh peningkatan Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, serta Volume Total Pesanan yang diperkirakan tetap tumbuh. Dari sisi subsektor, mayoritas Sub-LU diproyeksikan masih berada di zona ekspansi.
Adapun sektor yang diperkirakan mencatatkan indeks tertinggi pada kuartal III-2026 merupakan Industri Mesin dan Perlengkapan, diikuti Industri Pengolahan Tembakau, Industri Logam Dasar, serta Industri Alat Angkutan.
Bank Indonesia menilai berlanjutnya fase ekspansi tersebut mencerminkan optimisme tersangka industri terhadap permintaan domestik maupun prospek produksi pada paruh kedua 2026. Kondisi ini diharapkan dapat terus mendukung pertumbuhan sektor manufaktur sebagai kontributor utama perekonomian Indonesia.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

