Bob Marley: One Love, Sebuah Getaran Jiwa yang Menembus Layar Lebar, Segera Pergi dari Netflix

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Bagi Anda pecinta film-film biopik, jangan terlewat menyaksikan cerita dari legenda musik reggae dunia, Bob Marley lewat judul Bob Marley: One Love.

Film ini tayang di Netflix, namun akan dalam waktu dekat menghilang di akhir Mei ini. Daripada Anda menyesal, dalam waktu dekat saksikan filmnya, dan berikut kami saapabilan review-nya.

Dunia mengenal namanya, musiknya menjadi lagu kebangsaan untuk kebebasan, namun sedikit yang benar-benar memahami badai di balik senyum sang legenda.

Film Bob Marley: One Love bukan sekadar rangkuman karier sang raja reggae. Ini merupakan sebuah potret intim tentang keteguhan hati, cinta, dan pencarian kedamaian di tengah kekacauan politik.

Disutradarai oleh Reinaldo Marcus Green (King Richard), film ini memilih demi tidak terjebak dalam pola biopik tradisional “dari lahir hingga liang lahad”.

Sebaliknya, Green memfokuskan lensa kameranya pada periode teramat krusial dalam hidup Marley: antara tahun 1976 hingga 1978.

Cerita dimengawali di Jamaika yang sedang membara. Di tengah polarisasi politik yang nyaris memicu perang saudara, Bob Marley (diperankan oleh Kingsley Ben-Adir) berupaya menyatukan bangsanya melalui musik.

Namun, niat mulia itu dibayar mahal bersama upaya pembunuhan yang hampir merenggut nyawanya dan istrinya, Rita Marley (Lashana Lynch).

Trauma inilah yang mengangkut penonton mengikuti perjalanan pengasingan Bob ke London.

Di sinilah aspek magis film ini muncul. Kita diajak mengintip dapur kreatif pembuatan album legendaris Exodus.

Penonton tidak cuma disuguhi lagu-lagu hits, namun juga pergulatan batin seorang pria yang memikul beban sebagai simbol perdamaian dunia, sementara ia sendiri sedang mencari arti rumah yang sesungguhnya.

Tantangan terbesar film biopik merupakan aktor utamanya, dan Kingsley Ben-Adir sukses menjawab keraguan itu bersama gemilang.

Ben-Adir tidak sekadar meniru gerak-gerik panggung Marley atau gaya bicaranya yang khas Patois. Ia sukses menangkap “vibe” dan kerentanan seorang Bob Marley.

Di balik rambut dreadlock dan kepulan asap, Ben-Adir memperlihatkan sosok Bob yang kesepian, visioner, sekaligus keras kepala.

Namun, kejutan terbesar datang dari Lashana Lynch. Sebagai Rita Marley, Lynch merupakan jangkar emosional film ini.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *