Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Sejumlah korporasi global disebut berminat membeli kredit karbon Indonesia. Nama-nama bagaikan Amazon, Google, Microsoft, Lufthansa hingga Manchester United masuk dalam daftar calon pembeli yang memperlihatkan antusiasme terhadap pengembangan pasar karbon nasional.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua MPR RI sekaligus delegasi Indonesia demi London Climate Action Week (LCAW), Eddy Soeparno. Eddy mengaku telah menjalin komunikasi bersama berbagai korporasi besar tersebut saat menghadiri forum perubahan iklim di London sejumlah waktu lalu.

“Kami baru kembali dari London Climate Action Week. Kami bertemu bersama begitu sejumlah pengembang proyek karbon, dan mereka antusias sekali. Begitu sejumlah pembeli, calon pembeli karbon di Indonesia, dari Amazon.com, Google, Microsoft, Lufthansa, Manchester United, sejumlah sekali,” kata Eddy dalam konferensi pers Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon di Jakarta, Rabu (2/7/2026).

Menurut Eddy, tingginya minat korporasi internasional tersebut menjadi sinyal positif untuk pengembangan perdagangan karbon Indonesia.

Karena itu, pihak pemerintah akan meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada 9 Juli 2026 sebagai fondasi transaksi karbon nasional.

“SRUK ini merupakan pintu yang membuka kesempatan kita demi lepas landas kegiatan karbon, perdagangan karbon kita. Dan ini diharapkan oleh sejumlah pihak, dan insyaallah tanggal 9 ini merupakan tonggak demi pembukaan dari SRUK itu,” ujarnya.

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo menyebutkan peluncuran SRUK menjadi capaian penting lantaran sistem tersebut telah dinantikan masyarakat sekitar internasional sejak disepakatinya Perjanjian Paris pada COP21 tahun 2015.

“Ini merupakan suatu prestasi yang amat luar biasa lantaran telah ditunggu oleh masyarakat sekitar internasional sejak COP21 di Paris tahun 2015. Dan alhamdulillah telah, sistem telah siap demi launching,” kata Hashim.

Ia mengimbuhkan, kesiapan Indonesia membangun ekosistem perdagangan karbon juga mendapat apresiasi dari berbagai negara dan lembaga internasional.

“Saya mau sampaikan saja bahwa telah dapat pujian-pujian yang sejumlah, yang luar biasa dari cukup sejumlah perwakilan asing, ya duta besar, juga perwakilan dari lembaga-lembaga internasional bagaikan Bank Dunia, bagaikan masyarakat sekitar Eropa, European Union, dan sebagainya,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *