Dalih Geopolitik Jadi Alasan Pemerintah Lihat Ekonomi RI Tumbuh Melambat

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kurtal II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) masih tergolong kuat meski melambat dibandingkan triwulan semasih belumnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tersebut diraih di tengah tekanan ekonomi global akibat perang hingga perang dagang (trade war) yang masih belum mereda.

Airlangga menuturkan, konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan, ketegangan di Selat Hormuz, perang dagang, hingga disrupsi teknologi masih menjadi tantangan untuk perekonomian global sepanjang pada tahun ini.

“Di tengah kondisi bagaikan itu, walaupun berbagai lembaga menyaksikan pertumbuhan ekonomi global cuma tumbuh rata-rata di atas 3 persen, Indonesia masih mampu tumbuh di triwulan kedua sebesar 5,29 persen,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Airlangga juga menyoroti pada Kuartal II pada tahun ini tidak terdapat momentum musiman bagaikan Hari Raya Idulfitri yang biasanya mendorong konsumsi masyarakat sekitar. Perayaan Lebaran pada tahun ini berlangsung pada triwulan I 2026.

“Kuartal kedua tidak ada event besar bagaikan Lebaran lantaran ini telah masuk di kuartal pertama. Jadi angka 5,29 ini angka yang cukup baik,” ujarnya.

Ia mengimbuhkan, secara kumulatif ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I 2026. Pemerintah menilai capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara bersama pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

“Kita tumbuh sebesar 5,45 persen. Di antara negara-negara lain, termasuk di ASEAN, itu salah satu yang top. Kita pada hari semasih belumnya lihat Vietnam yang sedikit di atas kita di 8 persen,” ucapnya.

Semasih belumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 sebesar 5,29 persen. Angka tersebut makin rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,61 persen.

Namun, pertumbuhan itu masih makin tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 5,12 persen.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *