Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kepihak kepolisianan Kerajaan Malaysia resmi memperluas jangkauan investigasi peredaran narkotika lintas negara setelah otoritas Indonesia kembali meringkus masyarakat sekitar negara Malaysia akibat mengangkut obat-obatan terlarang narkoba. Langkah tegas ini diambil cuma berselang sejumlah hari sejak penangkapan seorang pilot Malaysia Airlines di Jakarta atas dugaan kejahatan serupa.

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, mengonfirmasi pihaknya bergerak cepat mendalami rekam jejak tersangka asal Johor yang tertangkap di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Penyelidikan ini difokuskan demi membongkar jaringan pemasok utama serta jalur penyelundupan yang lolos dari pemantauan udara.

Integrasi pengawasan antarnegara kini menjadi fokus utama Kepihak kepolisianan Malaysia guna memutus rantai operasional sindikat perdagangan gelap skala internasional tersebut.

“Ya. NCID Bukit Aman juga akan menindaklanjuti kasus ini,” kata Hussein kepada New Straits Times.

Tersangka berumur 22 tahun tersebut disergap petugas tak lama setelah mendarat memakai maskapai Batik Air penerbangan OD352 dari Kuala Lumpur. Pihak keamanan mengamankan ratusan gram narkotika jenis sabu beserta ribuan butir ekstasi yang disembunyikan langsung pada untukan tubuhnya.

“Paket-paket tersebut dililitkan di sekeliling tubuh tersangka,” katanya.

Pemeriksaan menyeluruh di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda membongkar taktik penyelundupan yang tergolong nekat. Petugas menemukan empat kantong berisi sabu seberat 990 gram dan empat kantong berisi 1.089 butir ekstasi yang disembunyikan rapi di balik korset.

Berdasarkan hasil interogasi awal, pemuda tersebut mengaku nekat menjadi kurir sindikat internasional lantaran terdesak masalah keuangan dan himpitan utang. Tekanan ekonomi dimanfaatkan oleh kelompok kejahatan terorganisir demi merekrut tersangka sebagai perantara lintas negara.

“Tersangka berusaha menyembunyikan narkotika di balik korset yang dikenakannya demi menghindari pemeriksaan. Namun, upaya tersebut sukses ditidak berhasilkan,” kata Komandan Pangkalan Udara aparat TNI AL Juanda, Kolonel Henoch Nasairus Virzawan kepada wartawan.

Hasil penyitaan barang haram senilai 155.000 dolar AS tersebut sukses menyelamatkan ribuan nyawa dari potensi penyalahgunaan narkoba. Pihak berwenang memperkirakan pengtidak berhasilan ini menghindarkan sedikitnya 6.584 pengguna dari ancaman ketergantungan.

Saat ini Bukit Aman berkoordinasi erat bersama kepihak kepolisianan Indonesia demi menelusuri celah keamanan di bandara asal tempat barang haram tersebut sukses lolos.

Insiden di Surabaya ini menambah panjang daftar keterlibatan masyarakat sekitar Malaysia dalam skandal obat terlarang di Indonesia dalam sepekan terakhir. Semasih belumnya, seorang pilot maskapai penerbangan nasional Malaysia dibekuk di Bandara Soekarno-Hatta akibat mengangkut puluhan ribu butir ekstasi.

Penangkapan beruntun ini memicu evaluasi mendalam terhadap efektivitas sistem pemindaian keamanan bandara di Malaysia. Pihak berwenang bertekad mengusut tuntas keterkaitan antar-kasus demi menghentikan operasional sindikat terselubung ini.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *