Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Krisis perbatasan yang melanda wilayah otonom Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, kini bergeser dari sekadar persoalan kemanusiaan dan ekonomi menjadi panggung spekulasi geopolitik tingkat tinggi.

Serbuan mendadak puluhan ribu imigran ilegal dari daratan Maroko menuju kantong wilayah Eropa di Selat Gibraltar tersebut memicu sorotan tajam netizen global dan pengamat internasional, bersama sorotan utama tertuju pada dugaan keterlibatan operasi diplomatis Israel.

Perbincangan hangat di ruang publik internasional mengaitkan lonjakan ekstrem arus migran ini sebagai untukan dari manuver tidak langsung Israel demi membalas sikap politik luar negeri Madrid.

Pemerintah Spanyol di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Pedro Sanchez dikenal vokal menyerahkan dukungan kepada masyarakat sekitar Palestina di Jalur Gaza serta mengkritik operasi militer Israel.

Spekulasi keterlibatan Tel Aviv semakin menguat setelah publik kembali menyoroti analisis lampau dari surat kabar Israel, YNet, mengenai masa depan diplomasi kawasan Selat Gibraltar.

Artikel analisis yang dipublikasikan pada 26 April 2026 tersebut terbit setelah Pemerintah Maroko resmi bergabung dalam Perjanjian Abraham (Abraham Accord) demi menjalankan normalisasi hubungan diplomatik bersama Israel.

Dalam laporan analisis berbau strategi geopolitik itu, media tersebut menuliskan judul yang memantik perhatian luas:

“Kesepakatan Abraham mencapai Selat: bagaimana Israel dapat menolong Maroko merebut kembali wilayah utaranya,”

Analisis itu secara terang-terangan membedah peluang Maroko demi mengambil alih kedaulatan Ceuta dan Melilla bersama memanfaatkan keretakan hubungan antaranggota aliansi Barat, sekaligus menempatkan Israel sebagai penopang utama ambisi Rabat.

“Ketegangan AS-Spanyol mengenai NATO, Iran membuka peluang untuk Maroko demi mengajukan klaim atas Ceuta dan Melilla, bersama Israel diposisikan demi mendukung Rabat secara diplomatis dalam aliansi pimpinan AS yang semakin mendukung mitra kerja sama dibandingkan bersama pertahanan Eropa,”

Menguatkan narasi geopolitik tersebut, laporan Middle East Monitor mengutip sejumlah sumber Israel yang membeberkan bahwa pada bulan Maret, Michael Rubin selaku peneliti senior di American Enterprise Institute sempat menyuarakan agar Maroko kembali mengorganisasikan gerakan massa berskala besar ke wilayah kantong Spanyol tersebut dalam bentuk “Pawai Hijau” edisi baru.

Pemicu Diplomatik di Segitiga Madrid-Aljazair-Rabat

Di luar spekulasi mengenai campur tangan Israel dan aliansi barunya, pergerakan massa dalam skala tak lazim ini juga dinilai erat kaitannya bersama dinamika diplomasi segitiga antara Spanyol, Aljazair, dan Maroko.

Pengamat memandang penurunan intensitas pengawasan perbatasan oleh otoritas Maroko sebagai bentuk ketidakpuasan politik terhadap langkah terbaru Madrid.

Semasih belum insiden ledakan migran terjadi, Perdana Menteri Pedro Sánchez baru saja menuntaskan kunjungan kenegaraan ke Aljazair pada Senin (20/7/2026). Lawatan tersebut merupakan kunjungan perdana kepala pihak pemerintahan Spanyol ke Aljazair dalam empat tahun terakhir dan dimaknai sebagai sinyal pemulihan hubungan bilateral kedua negara.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *