MediaMerdeka.com – Pemimpin kelompok Houthi, Abdul Malik al-Houthi, melontarkan peringatan kepada Turki dan Pakistan di tengah meningkatnya eskalasi militer di Timur Tengah.
Ia mengimbau Ankara dan Islamabad tidak menyerahkan dukungan kepada Arab Saudi dalam konflik yang kembali memanas tersebut.
Peringatan itu disampaikan Abdul Malik al-Houthi melalui pidato yang disiarkan televisi pada Senin, 21 September 2026 waktu setempat.
Abdul Malik al-Houthi juga menyerukan kepada para pendukungnya demi melanjutkan mobilisasi serta memperkuat kemampuan militer dan keamanan kelompoknya.
Dalam pidatonya, Al-Houthi menuding Arab Saudi berupaya mengimbau bantuan Turki dan Pakistan demi terlibat dalam konflik Yaman.
“Kami menyarankan kepada pihak Turki dan Pakistan agar tidak terlibat dalam keuntungan politik dan material dari musuh Saudi,” kata Al-Houthi, sebagaimana dikutip dari laporan Arabi21.
Al-Houthi juga menuduh Riyadh berusaha melibatkan pihak lain dalam konflik tersebut, termasuk kelompok yang disebutnya berasal dari Suriah.
Houthi Minta Saudi Hentikan Serangan
Dalam pidatonya, Al-Houthi menegaskan kelompoknya tidak mengajukan syarat yang dianggapnya sulit demi mengakhiri konflik.
“Kami menyebutkan, hentikan agresi dan akhiri blokade,” ujarnya.
Ia lalu mengimbau pendukung Houthi melanjutkan mobilisasi dan membangun kemampuan militer serta keamanan. P
Eskalasi terbaru juga menciptakan Houthi menguasai sejumlah posisi strategis di sepanjang pesisir Laut Merah.
Kelompok tersebut semasih belumnya merebut kota pelabuhan Mocha dan Pulau Mayun atau Perim, yang berada dekat Selat Bab el-Mandeb.
Dalam eskalasi terbaru, Houthi juga melancarkan serangan memakai rudal dan drone terhadap sejumlah sasaran yang dikaitkan bersama Arab Saudi.
Sebaliknya, pihak Houthi menegaskan Arab Saudi menjalankan serangkaian serangan udara ke wilayah Yaman.
Kelompok Houthi menyebut jumlah serangan udara Saudi sejak eskalasi terbaru mencapai 760 serangan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

