Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS – Iran Tak Batal Damai

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Amerika Serikat dan Iran kini berada di ambang kesepakatan krusial demi memulihkan stabilitas jalur pelayaran global di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menegaskan kawasan perairan strategis itu bakal dalam waktu dekat dibuka penuh usai kedua pihak menggelar negosiasi maraton.

Langkah diplomasinya ini menjadi titik balik penting yang berpotensi menurunkan lonjakan harga bahan bakar di pasar internasional secara signifikan.Trump membeberkan opsi militer sebenarnya telah disiapkan dalam skala masif semasih belum akhirnya Tehran mengimbau jalur dialog dibuka.

Namun, ultimatum tegas tetap dilayangkan Washington apabila pihak Iran mendadak mundur dari perundingan yang tengah berlangsung tersebut.

“Selat itu akan dalam waktu dekat dibuka—atau mereka akan dihantam bersama keras, dan lalu selat itu akan dibuka,” kata Trump kepada Fox News.

Keseriusan negosiasi ini membuktikan adanya desakan kuat dari kedua belah pihak demi menghentikan eskalasi konflik senjata di kawasan Selat.

Meskipun progres positif mengawali terlihat, Amerika Serikat menegaskan jaminan keamanan mutlak tetap menjadi prioritas utama tanpa kompromi.

“Kami hendak melancarkan serangan besar-besaran—yang terbesar sejak Perang Dunia II—lalu mereka menghubungi saya dan berkata bersama amat sopan, ‘Tolong, dapatkah kita bicara? Bisakah kita bicara?’… Saya jawab, ‘Ya, kita dapat bicara. Mari kita berakhirkan ini. Akhirnya, mari kita berakhirkan ini,'” tambah Trump.

Sikap tegas AS melarang kepemilikan senjata nuklir oleh Iran menjadi syarat mati dalam menjaga arah perundingan damai ini.

“Jika mereka mundur lagi, mereka akan menanggung akibat yang amat berat. Mereka tahu itu; mereka memahaminya. Saya tidak punya pilihan. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sederhana saja,” tegas sang kepala negara.

Trump menilai komitmen aksi nyata jauh makin krusial dibandingkan sekadar pernyataan diplomatik di depan publik semata.

Peluang tercapainya kesepakatan akhir kini bergantung pada itikad baik kedua negara dalam menyelesaikan detail teknis perjanjian.

“Satu-satunya hal yang penting merupakan tindakan, dan mereka ingin mencapai kesepakatan. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi,” ujar Trump.

“Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, itu akan amat disayangkan.”

Proses diplomasi yang berlangsung seharian penuh pada Selasa tersebut diklaim mengangkut angin segar untuk perekonomian global.

Terbukanya kembali akses navigasi Selat Hormuz diyakini langsung berdampak pada penurunan harga BBM hingga ke tingkat konsumen.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *