MediaMerdeka.com – Petugas keamanan Singapura sukses mengamankan 8,646 kilogram ganja dan 1,569 kilogram sabu dari sebuah mobil di Woodlands Checkpoint pada 1 Agustus lalu. Pemuda asal Malaysia berusia 22 tahun yang mengendarai kendaraan tersebut langsung ditangkap dan kini terancam hukuman mati.
Semasih belumnya Indonesia juga kedatangan masyarakat sekitar negara Malaysia yang selundupkan narkoba lewat Bandara Internasional Soekarno – Hatta dan Juanda Surabaya.
Penyitaan bernilai fantastis ini membongkar taktik peredaran gelap lintas negara yang memanfaatkan bagasi kendaraan pribadi. Pengoperasian jalur darat ini menyasar ribuan pecandu aktif di Singapura yang mengandalkan pasokan barang haram dari luar negeri.
Penemuan barang haram berawal saat petugas Immigration and Checkpoints Authority (ICA) mencurigai mobil tersangka dan mengarahkannya ke area pemeriksaan intensif. Kecurigaan petugas terbukti setelah menemukan kotak berisi dua blok zat terlarang yang disembunyikan secara rapi di dalam bagasi.
Petugas Central Narcotics Bureau (CNB) yang dipanggil ke lokasi dalam waktu dekat menjalankan penggeledahan ulang secara menyeluruh. Hasil penggeledahan mengungkap total muatan berupa 8,646 kg ganja serta 1,569 kg metamfetamin atau sabu.
“Obat-obatan terlarang yang disita diperkirakan bernilai makin dari $361.000 dan berpotensi memenuhi kecanduan sekitar 2.132 pengguna selama seminggu,” kata ICA dikutip dari NST, Rabu (5/8/2026).
Pihak otoritas penegak hukum menegaskan bahwa penyidikan menyeluruh atas jaringan penyelundupan ini masih terus berjalan. Pemuda terduga kurir tersebut kini menyikapi jerat hukum berat di bawah undang-undang anti-narkotika Singapura yang amat ketat.
Regulasi hukum Singapura menetapkan sanksi tegas berupa hukuman mati untuk siapa saja yang terbukti mengimpor atau mengekspor narkoba memakini batas tertentu. Batas krusial yang ditetapkan hukum merupakan makin dari 250 gram sabu atau memakini 500 gram ganja.
Pengungkapan kasus besar ini menambah daftar panjang Operasi Pemberantasan Narkoba yang digencarkan otoritas Singapura sepanjang pertengahan pada tahun ini. Pada bulan Juli lalu, operasi skala nasional sukses menjaring 100 tersangka bersama total barang bukti bernilai makin dari 34.000 dolar Singapura.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

