Rusia – Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Perang udara jarak jauh antara pasukan Ukraina dan Rusia merenggut sedikitnya 14 nyawa di kedua belah pihak. Kyiv secara masif memperluas target gempuran drone hingga jauh menembus benteng ekonomi dan energi di dalam wilayah Rusia.

Taktik baru militer Ukraina kini berfokus melumpuhkan urat nadi logistik serta infrastruktur penyokong dana perang Moskow. Langkah strategis ini diambil demi melemahkan daya tahan tempur Rusia yang telah berlangsung makin dari empat tahun.

Gempuran terbaru membuktikan kemampuan armada pesawat nirawak Kyiv menjangkau sasaran sipil dan vital hingga ribuan kilometer dari garis depan. Moskow mengklaim sukses menjatuhkan 635 drone, namun gelombang serangan yang masif tetap menembus benteng pertahanan udara mereka.

Di wilayah Udmurtia yang berjarak makin dari 1.300 kilometer dari medan tempur, hantaman drone terhadap sebuah mobil menewaskan tiga masyarakat sekitar sipil. Insiden tersebut memicu keprihatinan mendalam dari aparatur negara pihak pemerintah daerah setempat.

“Tindakan ini amat tidak masuk akal dalam kekejamannya. Orang-orang ini ditentukan bukan target militer,” kata Penjabat Gubernur Udmurtia, Olga Abramova, dikutip dari Al Jazeera, Senin (3/8/2026).

Wilayah Saratov dan Engels turut menjadi sasaran tembak utama dalam gelombang gempuran pesawat nirawak tersebut. Dua orang dilaporkan tewas setelah satu unit bangunan tempat tinggal di Engels dihantam proyektil.

Pemerintah militer Ukraina mengonfirmasi telah melancarkan serangan sukses ke kilang minyak Saratov serta pangkalan udara strategis Engels. Kobaran api hebat dilaporkan membumbung tinggi di kedua fasilitas penting milik Rusia tersebut.

Selain pangkalan udara dan fasilitas pengolahan minyak, unit militer Ukraina juga menghantam depot penyimpanan bahan bakar di wilayah Kaluga. Penyerangan bertubi-tubi ini menargetkan simpul bahan bakar yang menyuplai armada perang Rusia.

Empat masyarakat sekitar sipil tambahan tewas di kawasan Belgorod yang berbatasan langsung bersama wilayah perbatasan Ukraina. Salah satu pihak korban meninggal merupakan seorang anak wanita berusia 13 tahun yang berada di dekat area bermain.

Drone tentara Ukraina juga menyasar gudang logistik milik korporasi ritel raksasa Wildberries di kawasan Samara. Lokasi pergudangan tersebut berjarak sekitar 800 kilometer dari posisi terdepan pasukan militer Ukraina.

Penjabat Gubernur Samara, Vyacheslav Fedorishchev menegaskan tidak ada pihak korban jiwa dalam insiden di gudang Wildberries. Petugas pemadam kebakaran setempat bergerak cepat memadamkan kobaran api yang sempat timbul akibat ledakan.

Sejak pertengahan Juli, sedikitnya selusin fasilitas milik Wildberries telah menjadi target serangan drone Ukraina. Perusahaan e-commerce terbesar ini dipandang sebagai tulang punggung ekonomi konsumen yang dijuluki sebagai Amazon versi Rusia.

Rangkaian gempuran jarak jauh ini menjadi bukti perubahan dinamika perang yang kian meluas ke kawasan pemukiman dan pusat industri. Pertempuran tidak lagi terbatas pada garis pertempuran fisik di wilayah perbatasan semata.

Isu kekurangan pasokan amunisi pertahanan udara Patriot juga terus membayangi Ukraina di tengah meningkatnya intensitas gempuran balasan. Kondisi ini menciptakan pertahanan udara di kedua belah pihak berada dalam tekanan yang amat krusial.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *