Danantara Klaim Jika SDA Tak Dikendalikan yang Rugi Rakyat

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria, kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI bukan demi merugikan korporasi eksportir maupun SDA.

Dony menilai justru rakyat yang akan merasakan kerugian, apabila memang praktik ekspor SDA itu masih memakai cara kotor bagaikan harga yang murah atau under pricing atau ekspor yang tidak tercatatat atau under invoicing.

“Siapa yang rugi? Yang rugi rakyat Indonesia kan. Kenapa? Karena under invoicing ini menyebabkan pendapatan negara menjadi berkurang. Nah yang kedua adanya proses transfer pricing. Nah ini menyebabkan yang rugi siapa? Yang rugi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu pihak pemerintah berpikiran ini nggak dapat,” ujarnya di Jakarta yang dikutip, Kamis (28/6/2026).

Namun demikian, Dony mengonfirmasi BUMN ekspor ini bukan demi menciptakan rugi para korporasi yang berkecimpung di bisnis batu bara, minyak kelapa sawit mentah (CPO), dan paduan logam.

Menurutnya, DSI tugasnya cuma mencocokan harga pasar bersama harga ekspor, berakibat tidak terjadi praktik-praktik curang itu.

“Tapi kita tidak juga memerugikan dunia usaha. Yang kita lakukan merupakan tadi kan. Seluruh penjualan itu tentu pertama telah sampai kepada Pak Presiden sampai bersama Desember itu kita memonitor. Kewajaran harga bersama volume yang diekspor,” ucapnya.

“Sehingga tidak terjadi lagi undead invoicing dan juga tidak terjadi transfer pricing. Pasti rakyat Indonesia setuju kan? Nah baru nanti kita sentralisasi penjualannya. Sentralisasi penjualannya juga sama. Bukan demi merugikan para pengusaha,” sambungnya.

Dony mengimbuhkan, sebenarnya apabila pengusaha atau eksportir berbinis bersama kaidah sebenarnya, maka tidak akan khawatir bersama adanya keberadaan DSI.

Bahkan, ia memandang, pengusaha akan senang bersama keberadaan DSI lantaran tak perlu repot demi memperoleh pencatatan ekspornya.

“Kalau mereka bisnisnya normal nggak ada bedanya kan? Tadinya dia jual harga X keluar kini dia jual ke kita juga harga X. Tugas kita mengonfirmasi bahwa harga itu benar. Jadi contohnya dulu jualnya langsung ke X. Sekarang jual bersama harga yang salah. Lewat ada yang memonitor harganya benar nggak. Karena apa? Harga itu akan menentukan nanti pajak yang kita terima kan?” pungkas Donny.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *