Deretan Saham Tahan Banting Hari Ini, Jadi Penopang IHSG saat Aksi Jual Massal

admin
By
admin
5 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Tekanan jual yang mendera Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama awal pekan ini turut menyeret mayoritas indeks sektoral ke zona merah. Kendati laju pasar secara keseluruhan terpuruk, sejumlah sektor dan emiten spesifik masih mampu memperlihatkan daya tahan yang menarik perhatian para tersangka pasar.

Berdasarkan data penutupan perdagangan sesi pertama, terdapat tiga indeks sektoral yang masuk ke dalam radar penggerak pasar utama (leading sectors), meskipun secara persentase indeksnya ikut terkoreksi mengikuti arus pelemahan IHSG.

Ketiga sektor tersebut meliputi sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang melemah 3,85 persen, sektor teknologi (IDXTECH) yang susut 3,06 persen, serta sektor properti dan real estat (IDXPROP) yang turun 4,29 persen. Kehadiran ketiga sektor ini sebagai leading sector ditopang oleh manuver sejumlah saham di dalamnya yang sukses melawan arus atau mencatatkan penurunan yang amat terbatas.

Di dalam gerbong sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS), pergerakan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) menjadi primadona yang teramat menonjol. Di saat mayoritas saham berguguran, saham TRUK justru melesat terbang bersama apresiasi sebesar 24,84 persen hingga menyentuh level harga Rp4.020 per lembar saham. Lonjakan signifikan ini menjadikannya motor penggerak utama di sektornya.

Selain TRUK, sejumlah saham logistik dan pelayaran lainnya juga unjuk gigi di zona hijau. Saham PT Temas Tbk (TMAS) sukses menguat sebesar 3,74 persen menjadi Rp111 per lembar, disusul oleh saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk (BLOG) yang naik 2,61 persen ke posisi Rp314 per lembar. Sementara itu, saham PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) terpantau stagnan atau tidak merasakan perubahan harga di level Rp69, dan PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) wajib rela terkoreksi tipis 4,00 persen menjadi Rp96 per lembar.

Beralih ke sektor teknologi (IDXTECH) yang belakangan ini terus menjadi fokus investasi kaum milenial, tekanan pasar tampak menekan laju emiten-emiten digital, meskipun sejumlah di antaranya berupaya keras demi bertahan. Saham PT Indointernet Tbk (EDGE) dan PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) tercatat sebagai saham penggerak utama sektor ini yang sukses bertahan stagnan (0,00 persen), masing-masing terparkir mantap di level harga Rp4.790 dan Rp118 per lembar.

Pertahanan di level stagnan tersebut cukup krusial di tengah pelemahan saham teknologi lainnya. Sebagai perbandingan, saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) tercatat melemah 5,95 persen ke level Rp79 per lembar. Penurunan juga dialami oleh saham PT Galva Technologies Tbk (GLVA) yang terkoreksi tipis 0,68 persen menjadi Rp292, serta saham PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) yang merosot 5,88 persen ke posisi Rp32 per lembar saham.

Dinamika yang tak kalah menarik tersaji di sektor properti dan real estat (IDXPROP). Sektor yang amat bergantung pada daya beli kelas menengah di kawasan urban ini memunculkan sejumlah nama yang sukses membukukan penguatan tajam. Saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) tampil sebagai pemimpin sektor properti pada sesi pertama ini bersama lonjakan persentase dua digit, yakni menguat 11,50 persen hingga mendarat di harga Rp252 per lembar.

Kenaikan impresif di sektor properti juga dibukukan oleh PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) yang sahamnya terapresiasi 4,85 persen menjadi Rp216 per lembar. Selanjutnya, saham PT Modernland Realty Tbk (MDLN) mencatatkan kenaikan sebesar 2,78 persen ke level Rp37.

Saham-saham pengembang kawasan industri dan hunian ternama lainnya bagaikan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) juga sukses menjaga ritme positif bersama mencatatkan penguatan tipis, di mana DMAS naik 0,63 persen ke Rp160 dan LPCK menguat 0,41 persen menjadi Rp488 per lembar saham.

DISCLAIMER: Artikel ini disaapabilan murni demi pemenuhan hak informasi publik mengenai analisis sektor perbankan, indikator likuiditas, dan proyeksi pasar modal. Seluruh data angka, estimasi rasio, serta rekomendasi saham disadur secara presisi dari rilis riset BNI Sekuritas. Artikel ini bukan merupakan bentuk rekomendasi atau ajakan transaksi jual-beli saham.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *