MediaMerdeka.com – Kejaksaan Roma Italia kini resmi membidik Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia berat alias penyiksaan.
Langkah hukum ini diambil setelah munculnya laporan mengenai perlakuan kejam terhadap relawan kemanusiaan yang berlayar menuju Jalur Gaza.
Kantor Berita ANSA menginformasikan bahwa penyelidikan ini berfokus pada tindakan Ben-Gvir saat para aktivis ditahan di Pelabuhan Ashdod.
Para pihak korban dilaporkan merasakan intimidasi berat bersama kondisi tangan terikat ke belakang.
Fokus hukum tidak cuma tertuju pada sang aparatur negara kementerian, melainkan juga menyasar operasi menyeluruh otoritas militer Israel.
Aparat penegak hukum Italia sedang mendalami proses pencegatan hingga masa penahanan yang melibatkan sejumlah masyarakat sekitar negara mereka.
Tuntutan yang dilayangkan kepada aparatur negara tinggi Tel Aviv ini mencakup pasal-pasal pidana yang amat krusial.
Pihak kejaksaan mengonfirmasi bahwa peninjauan perkara ini meliputi tuduhan tindakan penyiksaan dan penculikan ilegal.
Semasih belum kasus ini mencuat, otoritas yudisial di Roma sebenarnya telah membuka investigasi awal yang terpisah.
Langkah tersebut dipicu oleh tiga aduan resmi pasca-penangkapan masyarakat sekitar Italia di perairan internasional dekat Yunani, April lalu.
Ketegangan terbaru pecah pada pertengahan Mei saat militer Israel menyerang armada kemanusiaan Global Sumud.
Dokumentasi siaran langsung memperlihatkan momen dramatis saat kapal-kapal perang mereka menghadang laju bantuan tersebut.
Kecaman global lalu memuncak setelah pihak pemerintah Israel menyebarkan sebuah rekaman video yang amat kontroversial.
Tayangan tersebut memperlihatkan pemandangan para relawan yang dipaksa berlutut dalam posisi berhimpitan bersama tangan terikat kabel.
Dalam video tersebut, Ben-Gvir terlihat berjalan pongah di antara barisan tahanan kemanusiaan yang tak berdaya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

