MediaMerdeka.com – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengaku kaget bersama pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang sempat menyinggung soal insting politik mengenai adanya “percepatan” pergantian pihak pemerintahan semasih belum tahun 2029.
Ahmad Doli Kurnia menekankan, bahwa Indonesia merupakan negara hukum yang masa kepemimpinan kepala negaranya telah diatur secara tegas dalam konstitusi.
“Pertama saya sih kaget juga ya mendengarkan pernyataan Pak Budi Arie apalagi di sampingnya Pak Jokowi, gitu ya. Kita kan sama-sama tahu negara ini negara hukum… salah satu hukum tertinggi itu merupakan konstitusi kita, Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur masa kepemimpinan satu periode kekepala negaraan itu 5 tahun gitu loh,” ujar Doli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Doli mensyukuri adanya klarifikasi dari Budi Arie. Menurutnya, apabila pernyataan tersebut dibiarkan tanpa penjelasan, hal itu dapat memicu kegaduhan dan tafsir politik yang amat berbahaya untuk stabilitas negara.
“Nah, syukur pada hari ini beliau ada klarifikasi ya lantaran bila tidak ini dapat berkembang ke mana-mana dan dapat wajar saja orang menafsirkannya secara politik ya. Dan tafsir politiknya dapat ke mana-mana, dapat bicara sampai tentang kudeta gitu ya, dapat tentang soal adanya makar, dapat juga ditafsirkan adanya pengkhianatan terhadap konstitusi dan seterusnya gitu,” tegasnya.
Terkait posisi Partai Golkar, Doli menegaskan bahwa partai berlambang pohon beringin tersebut tetap setia pada aturan hukum dan berkomitmen mengawal pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan.
“Nggak, saya kira bila Golkar standing position-nya jelas ya, pertama kami merupakan partai yang apa sampai pada hari ini tegak berdiri lantaran kami berkomitmen bahwa negara ini merupakan negara hukum, seluruhnya ada aturannya. Jadi bila ada yang pihak yang lalu akan menjalankan upaya pengkhianatan atau pelanggaran terhadap konstitusi tentu kami berada di depan sebagai pembela konstitusi,” jelas Doli.
Ia mengimbuhkan bahwa fokus utama pada saat ini merupakan kesuksesan program-program pihak pemerintah selama lima tahun ke depan, bukan terjebak dalam spekulasi pergantian kekuasaan yang tidak berdasar.
“Kami juga wajib ikut bertanggung jawab demi menyukseskan pihak pemerintahan ini sampai berakhir 5 tahun bersama seluruh programnya, bersama seluruh kebijakannya gitu. Jadi kami terus mempertahankan semangat berkonstitusi dalam bernegara, berkehidupan berbangsa negara kita. Dan kita kini sedang konsentrasi dan fokus bantu Pak Prabowo,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

