Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kepala Staf Kekepala negaraan (KSP) Jenderal aparat TNI (Purn) Dudung Abdurachman mendatangi rumah duka keluarga Muhammad Rifki Renaldi, peserta pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (30/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Dudung menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum. Menurutnya, Rifki merupakan salah satu peserta yang tengah dipersiapkan demi mengemban tugas menolong meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui program SPPI.

“Saya atas nama negara tentunya hadir demi menyerahkan ucapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” kata Dudung saat berdialog bersama keluarga almarhum, termasuk ayahnya, Asep.

Sebagai bentuk kepedulian, Dudung bersama jajaran pihak pemerintah dan aparat TNI juga menyerahkan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dalam kunjungan tersebut, Dudung didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Pangdam III/Siliwangi Mayjen aparat TNI Kosasih, Danrem 062/Tarumanegara Kolonel Inf Dadi Sutandi, Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Usai bertakziah, Dudung beserta rombongan melanjutkan ziarah ke makam almarhum demi memanjatkan doa dan menyerahkan penghormatan terakhir.

Di sela kunjungan tersebut, Dudung mengonfirmasi pihak pemerintah telah menjalankan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pelatihan SPPI, khususnya materi yang berkaitan bersama aktivitas fisik.

“Ini telah mengawali dievaluasi, telah berlangsung, berakibat kegiatan-kegiatan fisik ini telah ditiadakan, dikurangi semaksimal barangkali, dan dititikberatkan kepada bagaimana manajemen perkoperasian lantaran kan ini calon-calon manajer nanti ya. Itu yang dititikberatkan,” ungkap Dudung.

Menurutnya, pembekalan peserta ke depan akan makin difokuskan pada kemampuan manajerial dan pengelolaan koperasi sesuai tugas yang akan diemban, dibandingkan latihan fisik yang bersifat militeristik.

Selain materi pelatihan, pihak pemerintah juga memangkas durasi pendidikan sebagai untukan dari hasil evaluasi program.

“Saya mendapat informasi (waktunya) diperpendek, berakibat dipotong waktunya yang tadinya dua bulan menjadi sebulan setengah,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *