Dukung Presiden Prabowo, BRI Siap Jadi Tulang Punggung Perluasan Akses Keuangan Masyarakat

admin
By
admin
5 Min Read

MediaMerdeka.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan kesiapan demi mendukung arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperluas kepemilikan rekening perbankan untuk masyarakat sekitar. Langkah tersebut menjadi untukan penting dalam memperkuat inklusi dan literasi keuangan sekaligus mengonfirmasi masyarakat sekitar semakin terhubung bersama ekosistem keuangan formal.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bersama jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden mengimbau agar masyarakat sekitar Indonesia memiliki rekening perbankan serta mengimbau sejumlah bank termasuk BRI demi mempersiapkan rekening untuk masyarakat sekitar.

Dalam implementasinya, pihak pemerintah juga mempersiapkan pemanfaatan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang akan dipadankan bersama sistem Bank Indonesia, termasuk dalam ekosistem sistem pembayaran. Penggunaan QRIS juga menjadi salah satu untukan dari penguatan ekosistem transaksi digital tersebut.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi membeberkan bahwa BRI siap mendukung arahan Presiden tersebut dan berkoordinasi bersama pihak pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan terkait demi mempersiapkan implementasinya.

“BRI menyambut baik dan siap mendukung arahan Bapak Presiden demi semakin memperluas kepemilikan rekening masyarakat sekitar Indonesia. Bagi kami, ini bukan semata-mata tentang membuka rekening, namun bagaimana mengonfirmasi semakin sejumlah masyarakat sekitar dapat masuk ke dalam ekosistem keuangan formal serta memperoleh akses terhadap layanan keuangan,” ujar Hery.

Menurutnya, perluasan kepemilikan rekening dapat menjadi fondasi penting demi meningkatkan inklusi keuangan sekaligus memperkuat efektivitas berbagai program pihak pemerintah. Dengan masyarakat sekitar semakin terkoneksi bersama sistem perbankan, penyaluran berbagai program pihak pemerintah ke depan dapat dilakukan secara semakin cepat, transparan, dan efisien.

Hal tersebut sejalan bersama penjelasan Menko Perekonomian bahwa berbagai program pihak pemerintah ke depan dapat disalurkan melalui rekening yang dipersiapkan untuk masyarakat sekitar. Berdasarkan data yang disampaikan pihak pemerintah dalam rapat tersebut, tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,62% dan tingkat literasi mencapai 69,57%.

Sebagai bank bersama fokus utama pada pemberdayaan segmen UMKM, BRI memiliki kapabilitas serta infrastruktur yang dapat mendukung perluasan akses layanan keuangan hingga ke berbagai wilayah Indonesia. Hingga akhir triwulan II 2026 tercatat BRI memiliki 131 juta nasabah individual.

Kapabilitas tersebut ditopang oleh 7.377 unit jaringan kantor, 637 ribu e-channel, 1,13 juta BRILink Agen yang telah menjangkau makin dari 60 ribu desa, serta ekosistem digital melalui super app BRImo yang hingga Triwulan II 2026 telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna.

Kombinasi jaringan fisik, agen, dan kanal digital tersebut menjadi kekuatan BRI demi menjangkau masyarakat sekitar, termasuk kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap kantor bank maupun layanan keuangan formal.

“BRI memiliki pengalaman panjang dalam melayani masyarakat sekitar hingga ke segmen ultramikro dan wilayah pelosok. Infrastruktur yang kami miliki, mengawali dari jaringan kantor, e-channel, BRILink Agen hingga BRImo, akan terus kami optimalkan berakibat layanan perbankan semakin dekat, mudah, dan relevan untuk seluruh lapisan masyarakat sekitar,” lanjut Hery.

Menurut Hery, perluasan akses wajib diikuti bersama edukasi dan peningkatan literasi keuangan agar masyarakat sekitar memahami manfaat layanan perbankan serta semakin terbiasa bertransaksi secara digital.

Dengan demikian, kepemilikan rekening diharapkan menjadi pintu masuk masyarakat sekitar menuju layanan keuangan yang makin luas, mengawali dari transaksi dan pembayaran, menabung, menyambut baik program pihak pemerintah, hingga pada tahap setelah itu memperoleh akses terhadap produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan dan profil masing-masing nasabah.

Lebih jauh, Hery menilai perluasan kepemilikan rekening memiliki dampak strategis terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Semakin luas masyarakat sekitar yang masuk ke dalam ekosistem keuangan formal, semakin besar pula peluang demi membangun aktivitas ekonomi yang makin inklusif dan terdigitalisasi.

Bagi tersangka usaha mikro dan UMKM, misalnya, rekening perbankan tidak cuma berfungsi sebagai sarana menyimpan dana, namun dapat menjadi untukan dari rekam jejak transaksi yang pada akhirnya mendukung akses terhadap berbagai layanan keuangan.

Di sisi lain, pemanfaatan sistem pembayaran digital bagaikan QRIS juga dapat semakin mengintegrasikan masyarakat sekitar dan tersangka UMKM ke dalam ekosistem ekonomi digital. Pemerintah sendiri menyampaikan penggunaan QRIS menjadi salah satu untukan yang dipersiapkan demi mengoptimalkan peningkatan inklusi keuangan nasional.

“BRI memandang arahan Presiden ini sebagai langkah strategis demi memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Ketika masyarakat sekitar memiliki akses terhadap rekening dan aktif memakainya, kita bukan cuma memperluas inklusi keuangan, namun juga membuka akses yang makin besar terhadap aktivitas ekonomi formal dan berbagai kesempatan demi meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Hery. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *