Eks Anggota DPR Divonis Hukuman Mati karena Terima Suap Rp 1,9 Miliar di China

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Mantan Sekretaris Partai Komunis Tiongkok wilayah Hubei sekaligus eks anggora DPR China, Jiang Chaoliang, dijatuhi hukuman mati bersama penangguhan dua tahun atas skandal akumulasi suap fantastis senilai makin dari 746 juta yuan (sekitar 111 juta dolar AS/setara Rp 1,9 miliar). Pengadilan Tinggi Rakyat Intermediate Nanjing di Provinsi Jiangsu mengonfirmasi aparatur negara kawakan ini wajib menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara tanpa kesempatan remisi.

Putusan ketat tersebut mengubah status hukuman mati penangguhan menjadi penjara seumur hidup secara otomatis setelah dua tahun apabila tidak ada tindak pidana baru. Majelis hakim secara khusus mengunci hak pengajuan bebas bersyarat untuk Jiang demi menegaskan tidak adanya keringanan hukum tambahan di masa depan.

Ketegasan vonis ini menjadi preseden penting dalam pembersihan korupsi sektor finansial dan pihak pemerintahan puncak Tiongkok yang melibatkan mantan petinggi Bank of Communications hingga Agricultural Bank of China. Majelis hakim merampas seluruh aset pribadi terdakwa serta menyerahkan kekayaan hasil kejahatan tersebut langsung ke kas negara.

Pengadilan menegaskan bahaya luar biasa dari rekam jejak kejahatan perbankan dan politik yang berlangsung selama tiga dekade tersebut.

“Perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur tindak pidana suap dan patut dijatuhi hukuman mati lantaran jumlah yang dilibatkan amat besar serta kerugian yang ditimbulkan terhadap kepentingan negara dan rakyat amat serius,” tegas Pengadilan Tinggi Rakyat Intermediate Nanjing dalam amar putusannya, dikutip dari China Daily.

Penetapan status penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat didasari atas skema penyalahgunaan wewenang sistematis yang membentang sejak 1995 hingga 2025. Jiang memanfaatkan posisi strategisnya di lembaga perbankan negara dan pihak pemerintahan daerah demi memperkaya diri dan pihak tertentu.

Praktik korupsi tersebut mencakup pengurusan persetujuan pinjaman bank, kemudahan operasi bisnis, pengadaan proyek publik, hingga transaksi promosi jabatan di lembaga pihak pemerintahan. Keuntungan ilegal ratusan juta yuan terkumpul konsisten sepanjang ia menjabat sebagai petinggi perbankan nasional hingga Gubernur Jilin.

Meski kadar kejahatannya tergolong amat berat, majelis hakim memilih tidak langsung mengeksekusi mati terdakwa saat vonis dibacakan. Keringanan penangguhan hukuman diberikan lantaran Jiang memperlihatkan sikap kooperatif selama proses penyidikan berlangsung.

Terdakwa mengakui seluruh perbuatannya dan secara sukarela menguak detail penyuapan lain yang masih belum ditemukan oleh tim penyidik semasih belumnya. Ia juga mengembalikan seuntukan besar aset ilegal serta menginformasikan pelanggaran hukum berat yang dilakukan oleh pihak lain.

Bagaimana Rekam Jejak Karier Jiang Chaoliang Semasih belum Tertangkap?

Pria kelahiran Hunan berusia 69 pada tahun ini mengawali kariernya pada Desember 1974 dan resmi bergabung bersama Partai Komunis Tiongkok sejak Mei 1981. Jiang menghabiskan seuntukan besar masa pengabdian profesionalnya di sektor perbankan strategis Tiongkok semasih belum ditunjuk menduduki kursi birokrasi daerah.

Perjalanan kepemimpinannya melesat saat menjabat Gubernur Jilin pada 2014 hingga dipercaya memimpin Provinsi Hubei sebagai Sekretaris Partai pada Oktober 2016. Pada 2021, ia ditarik ke tingkat nasional demi menduduki posisi Anggota Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) serta Wakil Ketua Komite Urusan Pertanian dan Pedesaan NPC.

Langkah karier politiknya terhenti total ketika lembaga anti-rasuah mengawali menggelar penyelidikan resmi terhadap aktivitas finansialnya pada Februari 2025. Status keanggotaan partai dan seluruh jabatan publik Jiang dicopot secara tidak hormat pada Oktober 2025 semasih belum berkas dakwaannya dilimpahkan ke pengadilan.

Persidangan terbuka yang digelar pada 28 Mei lalu dihadiri makin dari 20 anggota legislatif nasional dan penasihat politik Tiongkok yang menyaksikan langsung pembacaan pengakuan bersalah terdakwa. Kasus ini menambah daftar panjang pembersihan aparatur negara tinggi Tiongkok yang terjerat skandal suap sektor perbankan dan birokrasi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *