MediaMerdeka.com – Pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania menjadi sasaran gempuran rudal terbaru dari pasukan bersenjata Iran, Senin (31/8/2026). Kendati demikian, sistem pertahanan udara AS dilaporkan sukses mengantisipasi mayoritas ancaman yang datang tersebut.
“Tidak ada kerusakan signifikan hingga saat meledaknya serangan, dan hampir seluruh rudal sukses dicegat sejauh ini,” begitu laporan media Rusia RIA Novosti yang mengutip sumber aparatur negara AS kepada Fox News
Gempuran ini menandai eskalasi baru lantaran armada Iran meluncurkan proyektilnya secara meluas di kawasan Asia Barat. Penyerangan tidak cuma menyasar markas darat, namun juga menyasar kapal-kapal perang Amerika yang berlayar di Selat Hormuz.
Sebagai respons cepat, militer Negeri Paman Sam langsung mengarahkan counter-attack ke wilayah pesisir Iran.
Seorang jurnalis Axios mengutip aparatur negara AS yang merahasiakan identitasnya menyebutkan bahwa pihak Amerika meluncurkan serangan balasan yang menduga sasaran utama berada di peluncur rudal Iran di Pulau Larak.
Konflik bersenjata kedua negara sebenarnya sempat mereda usai penandatanganan nota kesepahaman penghentian permusuhan pada pertengahan Juni. Namun, kesepakatan damai tersebut runtuh akibat kedua belah pihak yang kembali saling memborbardir wilayah lawan.
Aksi saling serang terbuka antara pihak sekutu dan Iran ini sejatinya telah meletus sejak 28 Februari lalu. Saat itu, Amerika Serikat bersama Israel mengambil langkah konfrontatif bersama menggempur sejumlah target strategis di dalam wilayah Iran.
Teheran yang tidak tinggal diam langsung merespons aksi tersebut bersama rentetan serangan balasan secara berkala. Hingga pada saat ini, pertikaian militer di kawasan Timur Tengah tersebut masih terus membara tanpa ketentuan penyelesaian.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

