Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan nasib eveluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini diketahuinya, setelah tim Wakil Kepala Badan Giz Nasional (BGN) datang ke DEN.

Luhut menerangkan, evaluasi yang dilakukan pertama yakni mengindentifikasi masalah, di mana program MBG ini wajib berjalan serentak seluruh Indonesia, tanpa adanya proyek percontohan.

“Jadi meng-identify masalah juga, kenapa wajib seluruh sekaligus. Kan dapat dibikin bertahap berakibat sampai kita makin paham,” ujarnya di Kantor DEN, Jakarta, Rabu (23/6/2026).

Namun demikian, Mantan Menko Maritim dan Investasi ini, menyebut program MBG ini bak nasi telah menjadi bubur alias telah terlanjur dan tak dapat dikembalikan.

Saat ini, jelas Luhut, fokusnya program MGB dapat berjalan efisien, sekaligus dapat menyerahkan manfaat untuk seluruh lapisan masyarakat sekitar.

“Dan saya kira telah makin paham. Saya yakin dalam enam bulan, satu tahun ke depan tentu akan jauh makin baik,” ucapnya.  

Evaluasi MBG

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebutkan target perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berakhir dalam waktu satu bulan.

Kita target awal satu pada bulan ini wajib berakhir ya, namun tentu kan seluruh ada dinamikanya, maka yang pertama tentu tadi kita tekankan yang telah berjalan ini tetap berjalan, tidak boleh ada gangguan. Semua (terkait perbaikan MBG) nanti akan kita lihat ya, tidak cuma masalah motor, yang lain-lain juga seluruh kita lihat,” katanya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Prasetyo menegaskan, salah satu arah perbaikan tata kelola yakni terkait penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai bersama standar operasional prosedur (SOP) atau apabila di dalam satu wilayah terdapat kemakinan dapur MBG.

“Pasti arahnya ke sana dong (penutupan), namun kan kita masih belum dapat pada hari ini menyebutkan ditutup atau tidak, namanya sedang ditata kan dilihat ya, diinventarisir kondisinya bagaikan apa. Jadi, kita juga tidak dapat langsung mengambil kesimpulan cuma mengacu kepada angka-angka kan tidak, kondisinya masing-masing tentu kan kita lihat berbeda-beda,” ujar dia sebagaimana dilansir Antara.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *