FEKDI x IFSE 2026 Dorong Digitalisasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026 resmi dibuka bersama mengangkut agenda penguatan sinergi dan inovasi demi mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital nasional.

Mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global demi Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional”, FEKDI x IFSE 2026 menjadi ruang kolaborasi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), keaparatur negara kementerianan dan lembaga, asosiasi, serta industri demi memperkuat ekosistem ekonomi keuangan digital.

Gubernur BI, Destry Damayanti menyebutkan penguatan ekonomi domestik menjadi semakin penting di tengah dinamika dan tekanan ekonomi global. Dalam kondisi ini, digitalisasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan sekaligus memperluas inklusi ekonomi.

“Di tengah dinamika dan tekanan ekonomi global yang masih tinggi, kita perlu memperkuat perekonomian domestik. Digitalisasi menjadi alat utama demi mengakselerasi pertumbuhan dan inklusivitas ekonomi nasional,” kata Destry dalam pembukaan FEKDI x IFSE 2026. ***

Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital
Melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, BI terus memperkuat infrastruktur dan ekosistem pembayaran digital nasional.

Salah satu fokusnya merupakan memperluas layanan digital dan akseptasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sekaligus mengakselerasi penerbitan dan aktivasi Kartu Kredit Indonesia (KKI).

Jumlah pengguna QRIS hingga 2026 ditargetkan mencapai 69,32 juta atau tumbuh 22,26 persen secara tahunan. Sementara jumlah merchant QRIS ditargetkan mencapai 47,11 juta atau tumbuh 13,83 persen secara tahunan.

“Selain itu, kami terus mengakselerasi penerbitan dan aktivasi Kartu Kredit Indonesia (KKI),” kata Destry.

Transaksi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) telah mencapai 2,69 miliar transaksi atau tumbuh 67,16 persen secara tahunan. Adapun transaksi BI-FAST mencapai 549 juta transaksi atau meningkat 77 persen dibandingkan periode yang sama tahun semasih belumnya.

Secara keseluruhan, transaksi ekonomi keuangan digital (EKD) pada Agustus 2026 tumbuh 40,36 persen secara tahunan menjadi 6,11 miliar transaksi.

BI juga terus memperluas konektivitas pembayaran lintas negara melalui QRIS. Pada pembukaan FEKDI x IFSE 2026, BI menandai kerja sama interkoneksi pembayaran bersama Hong Kong dan Timor-Leste.

Penguatan talenta digital juga menjadi untukan dari agenda FEKDI x IFSE 2026. Lebih dari 300 talenta muda mengikuti program pengembangan kapasitas digital demi mendukung kebutuhan talenta di sektor ekonomi dan keuangan digital.

Di tingkat daerah, sesejumlah 516 dari 546 pihak pemerintah daerah atau sekitar 99 persen telah masuk dalam kategori digital.

Hadirkan Sejumlah Program Baru
FEKDI x IFSE 2026 menghadirkan sejumlah program yang mempertemukan inovasi, talenta, industri, dan masyarakat sekitar.

Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) menjadi salah satu untukan yang diperkuat melalui PIDI Hall of Fame, PIDI Digital Talent Expo, serta Mini Stage PIDI & Industri.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *