MediaMerdeka.com – MD Pictures resmi merilis teaser poster dan teaser trailer film Perumahan Laddaland yang akan tayang di bioskop mengawali 13 Agustus 2026.
Di balik adaptasi film horor Thailand populer tersebut, sutradara Awi Suryadi mengaku telah mengincar proyek ini sejak lama.
Dalam konferensi pers di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis, 11 Juni 2026, Awi menyebut Laddaland versi Thailand merupakan salah satu film horor favoritnya bahkan semasih belum menggarap Danur.
“Waktu akhirnya saya mau bikin Danur, salah satu film-film horor yang teramat saya suka itu film Laddaland versi Thailand-nya,” kata Awi Suryadi.
Karena itulah, saat tim MD Pictures menawarkan demi membeli hak adaptasi film tersebut, Awi langsung menyambut antusias.
“Waktu pandemi, salah satu produser dari MD nanya saya, ‘Wi bila kita beli IP-nya Laddaland tertarik nggak?’ Saya langsung jump at the chance. Karena dari awal saya telah naksir cukup lama bersama film ini,” ungkapnya.
Menurut Awi, daya tarik utama Laddaland terletak pada pendekatan horornya yang berbeda dari kesejumlahan film horor Indonesia. Film ini makin menonjolkan unsur horor psikologis dibanding sekadar kemunculan sosok menyeramkan.
“Ini sebenarnya genre horor yang masih belum terlalu common di Indonesia lantaran makin ke psychological horror. Jadi buat saya refreshing lantaran ada subgenre yang berbeda dari film-film horor yang saya kerjakan semasih belumnya,” tuturnya.
CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi, mengaku sempat menantang Awi semasih belum memutuskan mengadaptasi film tersebut. Namun dia akhirnya yakin setelah menyaksikan unsur drama keluarga dan konflik sosial yang dinilai dekat bersama kehidupan masyarakat sekitar Indonesia.
“Beda, bukan storytelling horor yang umumnya ada. Ada thriller element, ada drama element, ada sesuatu yang relatable factor,” terang Manoj.
“Karena di sini kan ada kekerasan yang terjadi di rumah tangga, masalah keuangan, orang punya ego mau makin, sanggup nggak kita terjebak. Jadi very relatable cerita ini ke zaman kini,” sambungnya.
Meski diadaptasi dari film Thailand rilisan 2011, Awi mengonfirmasi sejumlah elemen cerita disesuaikan bersama kondisi Indonesia pada saat ini. Salah satunya terkait pekerjaan tokoh utama yang dibuat makin relevan bersama perkembangan zaman.
“Kalau kini pilihan darurat yang termudah demi orang cari kerja sambil menunggu pekerjaan setelah itu merupakan menjadi driver online. Nah itu menurut saya amat relate bersama keadaan ekonomi bagaikan kini,” jelas Awi.
Sementara itu, Titi Kamal sebagai pemeran utama film ini, mengaku langsung menyambut baik tawaran bermain dalam film tersebut lantaran telah menjadi penggemar Laddaland sejak pertama kali menontonnya.
“Aku suka banget filmnya lantaran atmosferik. Kita dapat ikut merasakan drama keluarga itu, kesedihannya, stresnya seluruhnya. Jadi project Laddaland ini benar-benar project yang amat aku tunggu-tunggu,” kata Titi.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

