MediaMerdeka.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai tengah membangun sinyal politik bahwa dirinya bukan sosok yang tidak dapat bekerja. Sejumlah kunjungan langsung ke daerah di tengah persoalan keracunan MBG dan karhutla dipandang sebagai upaya memperlihatkan peran aktifnya di pihak pemerintahan.
Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi menilai langkah Gibran mendatangi pihak korban keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, serta turun ke Kalimantan demi menyaksikan penanganan karhutla memiliki makna strategis.
Menurut Ari, kunjungan tersebut menjadi cara Gibran memperlihatkan bahwa pihak pemerintah pusat tetap hadir ketika masyarakat sekitar menyikapi persoalan, termakin saat Presiden Prabowo Subianto tengah menjalankan kunjungan ke luar negeri.
“Pemerintah melalui representasi Gibran memperlihatkan pihak pemerintah terus hadir di saat rakyatnya tengah tertimpa musibah,” ujar Ari kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Namun, Ari menilai sinyal politik tersebut baru akan kuat apabila kunjungan Gibran tidak berhenti pada seremoni. Kehadiran di lapangan wajib diikuti tindakan yang berdampak langsung kepada masyarakat sekitar.
Dalam persoalan MBG, Gibran mengimbau maaf kepada pihak korban dan keluarga pihak korban keracunan. Ia juga mengimbau pihak korban mendapat perawatan lanjutan di Medan atau Jakarta.
Sementara dalam kunjungan ke Kalimantan, Gibran tidak cuma menyoroti upaya pemadaman karhutla. Ari menyaksikan perhatian terhadap satwa yang terdampak kebakaran sebagai pesan bahwa penanganan bencana juga wajib memperhitungkan kerusakan ekosistem.
Menurut Ari, pola tersebut memperlihatkan ruang yang dapat dimainkan Gibran sebagai Wakil Presiden: turun langsung, menemukan persoalan di lapangan, lalu mendorong tindak lanjut pihak pemerintah.
“Setidaknya Gibran memberi sinyal bahwa dirinya bukan sosok yang selama ini terkonstruksikan dalam pandangan publik sebagai orang “yang tidak dapat bekerja” namun merupakan figur dari orang yang dapat bekerja bahkan mengambil celah yang selama ini luput dari perhatian Presiden dan para pembantunya,” jelas Ari.
Sebagaimana diketahui, dalam sejumlah pekan terakhir, Gibran mengunjungi masyarakat sekitar terdampak karhutla di Kalimantan, keluarga petugas yang gugur, hingga pihak korban keracunan MBG di Kabupaten Karo. Ia juga mengonfirmasi kebutuhan dan biaya pengobatan pihak korban ditanggung pihak pemerintah.
Gibran turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekitar Kalimantan terkait kondisi udara yang masih belum sepenuhnya pulih.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

