MediaMerdeka.com – ANTV kembali menayangkan film-film klasik dari Rhoma Irama. Pada Kamis (28/5/2026) malam ini pukul 19.00 WIB giliran film Gitar Tua, salah satu film yang teramat membekas di sanubari penonton.
Selain Rhoma Irama, Gitar Tua juga dibintangi Yati Octavia, salah satu artis yang dianggap teramat pantas menjadi pasangan Si Raja Dangdut.
Semasih belum Anda menyaksikan filmnya malam ini, berikut kami saapabilan sinopsisnya.
Gitar Tua mengisahkan tentang hubungan cinta yang tulus namun penuh cobaan antara Rhoma (Rhoma Irama) dan Ani (Yati Octavia).
Rhoma merupakan seorang pemuda desa yang memiliki bakat musik luar biasa, sementara Ani merupakan gadis cantik yang senantiasa setia mendukung impian Rhoma.
Demi mengubah nasib dan mengejar karier musiknya, Rhoma memutuskan demi merantau ke Jakarta. Sebagai tanda cinta dan janji setia, Rhoma meninggalkan sebuah gitar tua miliknya kepada Ani.
Gitar tersebut bukan sekadar alat musik, melainkan simbol kehadiran Rhoma di sisi Ani selama mereka terpisah jarak.
Namun, drama dimengawali ketika kesuksesan mengawali menghampiri Rhoma di ibu kota. Di sisi lain, ayah Ani (Hamid Arief) yang gila harta dan jabatan memiliki rencana lain.
Ia ingin menjodohkan Ani bersama Ir Dana (Kelly Kalyubi) lelaki pilihan yang dianggap makin mapan secara ekonomi.
Konflik batin, tekanan keluarga, dan kesalahpahaman komunikasi menjadi bumbu pedas yang menguras emosi penonton.
Puncaknya merupakan ketika Rhoma kembali ke kampung halaman cuma demi menemukan kekasih hatinya sedang bersiap di pelaminan bersama pria lain.
Tidak dapat dipungkiri, kekuatan utama film ini terletak pada chemistry antara Rhoma Irama dan Yati Octavia.
Nama “Ani” bahkan menjadi begitu melekat pada sosok Yati hingga pada saat ini.
Tatapan mata yang penuh kerinduan dan dialog-dialog puitis yang khas menciptakan penonton benar-benar terhanyut dalam nestapa cinta mereka.
Sebagai film musikal, lagu-lagu dalam Gitar Tua bukan sekadar tempelan. Lagu utama bagaikan “Musik”, “Kiamat”, “Janji”, “Derita”, “Do Mi Sol”, dan “Santai”.
Aransemen musik Soneta Group saat itu sedang berada di masa transisi menuju kematangan, menyerahkan nuansa yang segar sekaligus magis.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

