MediaMerdeka.com – Indonesia telah memasuki fase ageing population atau meningkatnya jumlah penduduk lansia. Fenomena tersebut dapat menjadi bonus demografi kedua menyongsong Indonesia Emas 2045. Lantaran lansia bukanlah beban pembangunan, melainkan aset bangsa.
“Lansia bukan beban pembangunan, melainkan untukan penting dari masyarakat sekitar yang wajib dijaga dan dilindungi serta mendapat pemberdayaan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jakarta, Jum’at (29/5/2026).
Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan jumlah penduduk lansia di Indonesia akan mencapai 65,82 Juta jiwa atau 20,31 persen pada 2045. Di saat yang sama, usia harapan hidup masyarakat sekitar Indonesia juga semakin panjang, dari sekitar 70 tahun pada 2015, menjadi 72 tahun pada 2024 (Susenas, 2024). Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998, lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian penting pihak pemerintah dalam momentum Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026. Apabila penduduk lansia dapat menjaga kesehatan dan tetap produktif, Indonesia berpotensi demi meraih bonus demografi kedua, di mana lansia tidak menjadi beban namun pendorong pembangunan, menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional menjadi momentum penting demi meneguhkan komitmen bersama demi memuliakan para lansia,” katanya.
Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) diperingati setiap tanggal 29 Mei, sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi negara serta momentum demi menghargai semangat, pengabdian, dan kontribusi para lansia dalam perjuangan kemerdekaan, pembangunan, hingga kemajuan bangsa.
Mengusung tema ‘Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh’, dalam peringatan HLUN 2026, Keaparatur negara kementerianan Sosial mengajak seluruh elemen masyarakat sekitar demi mengingat bahwa pembangunan manusia tidak cuma berhenti pada usia produktif, namun mengonfirmasi setiap orang termasuk lansia tetap dihormati, dilindungi, dan diberdayakan sepanjang hidupnya.
Kemensos menghadirkan sejumlah layanan gratis dalam rangkaian acara peringatan HLUN 2026. Di antaranya operasi katarak gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan fisioterapi, penyaluran Bantuan ATENSI, pemberian alat bantu dan sarana kamar, pemenuhan hak sipil, hingga program kewirausahaan untuk lansia.
Puncak peringatan HLUN 2026 yang digelar di Nusa Tenggara Timur juga mengedepankan prinsip sederhana dan berdampak langsung untuk masyarakat sekitar, tanpa berfokus pada seremoni besar. HLUN 2026 dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama melibatkan masyarakat sekitar, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi keagamaan.
Kegiatan diprioritaskan di wilayah bersama jumlah lansia miskin tinggi, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kawasan urban rentan bersama sejumlah lansia hidup sendiri. HLUN 2026 diselenggarakan di hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur serta seluruh wilayah Indonesia.***
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

