Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan, meluncurkan kebijakan baru yang menjadikan hak atas keteduhan sebagai untukan dari kebijakan dasar perkotaan.

Langkah tersebut diambil demi melindungi masyarakat sekitar dari ancaman gelombang panas yang semakin kerap dan intens.

Dilansir The Korea Times dan Anadolu, pihak pemerintah Seoul berencana membangun jalur pejalan kaki teduh yang saling terhubung di berbagai penjuru ibu kota.

Akses terhadap tempat sejuk nantinya dipandang sebagai untukan dari layanan publik, bukan sekadar fasilitas yang bergantung pada lokasi.

Program percontohan akan diterapkan di 10 wilayah pada 2027. Jika berjalan sesuai rencana, kebijakan tersebut akan diperluas ke seluruh Seoul mengawali 2028.

Wali Kota Seoul Oh Se-hoon menyebutkan perubahan kondisi cuaca menciptakan gelombang panas tidak lagi dapat dianggap sebagai gangguan musiman biasa.

“Gelombang panas bukan lagi sekadar gangguan sementara yang dapat ditanggung masyarakat sekitar selama sejumlah hari. Seiring bersama meningkatnya intensitas dan durasinya, gelombang panas kini menjadi bencana rutin yang mengancam nyawa dan keselamatan masyarakat sekitar,” kata Oh

Melalui kebijakan tersebut, pihak pemerintah kota akan menghubungkan berbagai sumber keteduhan menjadi satu jaringan. Pohon berkanopi lebar, bayangan gedung, tenda lipat, kanopi hingga taman akan ditempatkan sebagai untukan dari koridor pejalan kaki.

Koridor tersebut nantinya menghubungkan kawasan permukiman bersama sejumlah fasilitas penting. Di antaranya stasiun kereta bawah tanah, sekolah, pasar dan rumah sakit.

Kebijakan Seoul muncul ketika pihak korban penyakit akibat panas di Korea Selatan terus bertambah.

Berdasarkan data Keaparatur negara kementerianan Dalam Negeri hingga Senin (17/8), sesejumlah 31 orang meninggal dunia akibat penyakit terkait panas sepanjang pada tahun ini.

Angka tersebut telah melampaui total 23 kematian yang tercatat sepanjang tahun lalu.

Selain pihak korban meninggal, sesejumlah 3.439 orang dilaporkan merasakan penyakit akibat cuaca panas sepanjang 2026.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa gelombang panas mengawali menjadi persoalan serius untuk kesehatan masyarakat sekitar.

Pemerintah Seoul pun berupaya mengurangi paparan panas masyarakat sekitar ketika menjalankan aktivitas di ruang terbuka.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *