MediaMerdeka.com – Italia menyikapi puncak gelombang panas ekstrem bersama suhu mendekati 40 derajat Celsius di berbagai wilayah.
Kondisi ini memicu status darurat, gangguan layanan publik, hingga kekhawatiran serius terhadap kesehatan masyarakat sekitar.
Fenomena ini dipicu oleh antisiklon subtropis Afrika bernama Caronte yang mengangkut suhu tinggi ke kawasan Eropa Selatan.
Layanan cuaca memperkirakan temperatur mencapai 39–40°C di Tuscany dan Lembah Po.
Dikutop dari laporan AA, pihak korban jiwa mengawali berjatuhan akibat panas ekstrem.
Seorang wisatawan berusia 82 tahun dilaporkan meninggal dunia di Marina di Grosseto setelah merasakan gangguan kesehatan usai berenang di pantai.
Wilayah utara Italia bahkan mencatat rekor suhu tertinggi.
Kota Bolzano merasakan malam terpanas sepanjang Juni, sementara Sardinia mencatat suhu hingga 41°C di sejumlah daerah pedalaman.
Gelombang panas juga mengganggu aktivitas publik.
Lift panorama di pelabuhan tua Genoa dihentikan operasinya lantaran tidak memiliki pendingin udara, sementara penyanyi Loredana Berte membatalkan konser di Bergamo akibat cuaca ekstrem.
Fasilitas kesehatan dan tempat kerja turut terdampak.
Suhu di ruang gawat darurat Rumah Sakit Baggiovara di Modena dilaporkan mencapai 29°C, sementara serikat pekerja mengeluhkan kondisi “tak tertahankan” di museum-museum Florence.
Dampak ekonomi pun mengawali terasa. Asosiasi konsumen Assoutenti memperkirakan pengeluaran rumah tangga dapat melonjak hingga 600 euro per bulan akibat penggunaan listrik, air, dan kebutuhan pendingin tambahan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

