Janda Korban Turbulensi Singapore Airlines SQ321 Gugat Maskapai ke Pengadilan Inggris

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

Linda Kitchen menuntut Singapore Airlines di High Court Inggris atas cidera patah tulang belakang dan kematian suaminya.

MediaMerdeka.com – Linda Kitchen, janda berusia 74 tahun yang selamat dari insiden turbulensi maut penerbangan Singapore Airlines SQ321, resmi mendaftarkan gugatan hukum terhadap maskapai tersebut di High Court Inggris.

Langkah hukum ini diambil demi memperoleh ganti rugi finansial guna membiayai perawatan medis spesialis akibat cidera patah tulang belakang yang dideritanya.

Dikutip dari CNA, gugatan ini menandai babak baru penuntutan akuntabilitas maskapai atas tragedi Mei 2024 yang menewaskan suaminya, Geoff Kitchen (73 tahun), di tengah penerbangan rute London menuju Singapura.

Pihak keluarga melayangkan dua gugatan resmi sekaligus, yakni tuntutan atas nama pribadi Linda Kitchen serta tuntutan mewakili aset dan hak peninggalan almarhum suaminya.

Langkah Linda Kitchen juga diikuti oleh sederet penumpang lain bagaikan Bradley Richards, Jack Jenkins, Hannah Fullerton, Andrew Dawood, Bryan Matthews, serta pasangan Pauline dan Michael Rainey yang turut mengajukan gugatan serupa.

Mengapa Korban SQ321 Memilih Jalur Hukum Sekarang?

Pihak Singapore Airlines memilih demi tidak menyerahkan tanggapan resmi terkait dokumen gugatan hukum yang kini telah masuk ke meja hijau.

Maskapai menyampaikan bahwa mereka tidak dapat mengomentari perkara yang sedang berjalan di dalam proses peradilan.

Tragedi ini bermula saat pasangan suami istri tersebut hendak memengawali liburan enam minggu menuju Singapura, Indonesia, dan Australia.

Pesawat Boeing 777-300ER yang mereka tumpangi mendadak dihantam turbulensi hebat saat melintas di atas wilayah udara Myanmar.

Guncangan dahsyat yang terjadi menciptakan Linda menyangka pesawat yang mereka tumpangi akan jatuh ke tanah.

Tubuh suaminya terlempar dan menindih Linda hingga tubuh sang istri terhimpit kuat di sandaran tangan kursi penumpang.

Beberapa penumpang lain dalam waktu dekat menolong demi memindahkan tubuh Geoff semasih belum seorang dokter di pesawat bergegas menyerahkan tindakan resusitasi jantung paru (CPR).

Pesawat lalu mendarat darurat di Bangkok agar para pihak korban terluka dapat dalam waktu dekat memperoleh pertolongan medis darurat.

Linda menjalani perawatan intensif selama 10 hari di rumah sakit Bangkok semasih belum akhirnya diterbangkan kembali ke Bristol, Inggris.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *