MediaMerdeka.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan mengawali menyerahkan tekanan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Asap tebal tak cuma mengganggu mobilitas masyarakat sekitar, namun juga berdampak pada operasional transportasi udara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui karhutla tersebut turut mengganggu kegiatan ekonomi di wilayah terdampak. Pemerintah pun kini berupaya menjalankan penanggulangan agar dampaknya tidak semakin meluas.
“Ya tentu dampak perekonomian di wilayah tersebut ya lantaran kegiatan ekonomi kan terganggu. Plus ya perlu ada penanggulangan terhadap karhutla tersebut,” kata Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jakarta, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Menurut Airlangga, kondisi cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Ia menyebut Indonesia pada saat ini mengawali memasuki periode El Nino yang perlu diantisipasi pihak pemerintah.
“Ya kan kini kita sedang perangi karhutla lantaran memang dalam situasi bagaikan kini kan telah masuk ke El Nino. Jadi, ada sejumlah hal yang wajib diberakhirkan,” ujarnya.
Karhutla di Kalimantan telah berlangsung dalam sejumlah hari terakhir. Asap pekat dilaporkan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar, termasuk perjalanan di sejumlah ruas jalan nasional.
Gangguan juga merembet ke sektor penerbangan. Keaparatur negara kementerianan Perhubungan menyebut asap tebal teramat berdampak terhadap operasional Bandara Singkawang (SKJ), Kalimantan Barat.
Kondisi jarak pandang yang terganggu akibat kepulan asap menciptakan sejumlah penerbangan merasakan pembatalan. Dampaknya, aktivitas penumpang dan konektivitas udara di wilayah tersebut ikut terdampak.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

