MediaMerdeka.com – Ada momen menarik saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerahkan pidato sambutan dalam acara peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur.
Di tengah acara formal tersebut, Presiden Prabowo sempat menjalankan “absen” terhadap jajaran aparatur negara kementerian dan kepala badan dalam Kabinetnya yang hadir.
Suasana menjadi riuh saat Presiden mendapati salah satu aparatur negaranya, yakni Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, tidak terlihat di lokasi acara.
“Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara saudara Dony Oskaria, oh nggak hadir? Coba catat, nanti menghadap saya. Menghadap nggak dapat bonus,” ujar Presiden Prabowo yang disambut tawa para hadirin.
Presiden lalu berkelakar mengenai dua alasan mengapa seorang aparatur negara wajib menghadap dirinya.
“Jadi menghadap tuh ada dua macem; bila prestasi menghadap, bila masalah ngadep juga,” selorohnya.
Namun, di balik candaan tersebut, Presiden Prabowo menyerahkan pembelaan dan apresiasi tinggi terhadap dedikasi jajaran kabinetnya.
Ia membeberkan bahwa ketidakhadiran Dony Oskaria didikarenakankan oleh kondisi kesehatan yang menurun akibat beban kerja yang amat tinggi.
“Tapi nggak, tentu dia sibuk mengatur-mengatur, orang kerja keras. Catat itu, saking kerja kerasnya masuk rumah sakit. Berapa minggu di rumah sakit ini, berapa minggu dia masuk rumah sakit,” ungkap Presiden bersama nada serius namun bangga.
Lebih lanjut, Prabowo membeberkan bahwa fenomena aparatur negara kabinet yang jatuh sakit bukan cuma dialami oleh Dony Oskaria.
Ia menyebut bahwa ritme kerja cepat yang ia terapkan menciptakan sejumlah jajarannya wajib berpihak korban secara fisik.
“Menteri-aparatur negara kementerian saya masuk rumah sakit lantaran kerjanya keras,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini



