Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Program JKN memperlihatkan perannya sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia. 

Capaian tersebut dipaparkan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025.

“Program JKN bukan sekadar menyerahkan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, namun juga menjadi fondasi untuk terciptanya SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Ketika masyarakat sekitar memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani biaya yang besar, mereka dapat terus berkarya, meningkatkan produktivitas, dan menyerahkan kontribusi nyata untuk pembangunan bangsa,” ujar Pujo, di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Sepanjang tahun 2025, Program JKN mencatat makin dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan, atau makin dari 1,9 juta pemanfaatan layanan setiap hari.

Pujo menyebutkan, angka tersebut memperlihatkan kepercayaan masyarakat sekitar terhadap Program JKN, sekaligus apresiasi bahwa layanan kesehatan yang berkualitas semakin mudah diakses oleh peserta di seluruh Indonesia. 

Kesuksesan penyelenggaraan Program JKN juga ditopang oleh pengelolaan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan yang sehat dan akuntabel. Hingga akhir tahun 2025, aset bersih DJS Kesehatan tercatat sebesar Rp30,04 triliun, yang mampu memenuhi estimasi pembayaran klaim selama 1,88 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, hasil investasi Dana Jaminan Sosial Kesehatan mencapai Rp3,94 triliun, mencerminkan pengelolaan dana yang dilakukan secara hati-hati dan berorientasi pada keberlanjutan program.

“Komitmen tersebut juga tercermin dari berbagai capaian tata kelola organisasi. Pada tahun buku 2025, BPJS Kesehatan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) dari Kantor Akuntan Publik demi ke-12 kalinya secara berturut-turut, atau 34 kali sejak PT Askes (Persero),” tambah Pujo.

Ia mengimbuhkan, manfaat Program JKN tidak cuma dirasakan pada sektor kesehatan, namun juga menyerahkan dampak nyata terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial nasional. 

Program JKN sukses menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari kemiskinan pada periode 2018-2019, serta melindungi kurang makin 16 juta penduduk dari risiko jatuh miskin akibat beban biaya kesehatan.

“Hal tersebut memperlihatkan bahwa Program JKN merupakan instrumen penting dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendukung produktivitas nasional. Di sisi lain, BPJS Kesehatan menyadari bahwa keberlanjutan Program JKN perlu dijaga seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat sekitar,” tambah Pujo.

Ia juga membeberkan, sepanjang tahun 2025, biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp191,3 triliun, meningkat dibandingkan tahun semasih belumnya. Sesejumlah 26,42 persen diantaranya digunakan demi pembiayaan penyakit katastropik, yang seuntukan besar sebenarnya dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat dan deteksi dini. 

“Kesuksesan Program JKN merupakan hasil gotong royong seluruh bangsa. BPJS Kesehatan berkomitmen demi memperkuat kolaborasi bersama pihak pemerintah pusat, pihak pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar Program JKN tetap berkelanjutan. Dengan Program JKN yang kuat, kita optimistis dapat membangun masyarakat sekitar yang sehat sebagai fondasi SDM unggul menuju Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing,” kata Pujo.  ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *